Ada Srikandi Dibalik Inovasi Indonesia Artificial Intelligence Summit 2020
Sabtu, 07 November 2020 - 11:35 WIB
loading...
Dini Fronitasari, Sekretariat Stranas AI, yang mengabdikan diri dalam perkembangan teknologi informasi. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Di balik ajang Inovasi Indonesia Artificial Intelligence Summit 2020 (AIS) yang akan diadakan virtual pada 10-13 November 2020, ada kepanitiaan yang bekerja keras supaya acara berjalan lancar. Salah satunya Dini Fronitasari, sosok perempuan cantik yang mengabdikan diri dalam perkembangan teknologi informasi . (Baca juga: Canggih, Kecerdasan Buatan Dapat Mendeteksi Infeksi Covid-19 Tanpa Gejala )
Kecintaan dan keseriusan terhadap bidang teknologi informasi mengantarkannya lulus Program Doktoral (S3) di UI tahun 2019 dengan predikat Summa Cumlaude pada Program Doktor Teknik Elektro UI. Bahkan gelar itu didapat melalui beasiswa saintek.
Dini mengatakan, AIS 2020 yang diselenggarakan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Sekretariat Stranas AI menjadi ajang unjuk kemampuan bangsa Indonesia kepada masyarakat dunia akan kemampuan anak negeri dalam mengembangkan teknologi kecerdasan artifisial (KA). Sekaligus menunjukan berbagai produk inovasi dalam kecerdasan artifisial di Indonesia.
AIS 2020 menghadirkan beberapa parade pameran, poster, dan webinar yang dikemas secara virtual dari berbagai principal teknologi di bidang kecerdasan artifisial. Pembicara kunci ataupun keynote speaker baik dari luar maupun dalam negeri yang memang pakar menguasai bidang ini juga dihadirkan. "Mereka sharing kepada kita semua tentang perkembangan kemajuan teknologi AI," ujarnya.
Dini menjelaskan, selain Webinar, para peserta AIS 2020 juga dapat mengunjungi pameran virtual. Mereka dapat melihat inovasi-inovasi yang dihasilkan oleh lembaga pemerintahan, perguruan tinggi, industri internasional, industri nasional, start-up dan asosiasi dibidang teknologi BIG Data, AI, Cloud Computing serta IOT.
Kecintaan dan keseriusan terhadap bidang teknologi informasi mengantarkannya lulus Program Doktoral (S3) di UI tahun 2019 dengan predikat Summa Cumlaude pada Program Doktor Teknik Elektro UI. Bahkan gelar itu didapat melalui beasiswa saintek.
Dini mengatakan, AIS 2020 yang diselenggarakan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Sekretariat Stranas AI menjadi ajang unjuk kemampuan bangsa Indonesia kepada masyarakat dunia akan kemampuan anak negeri dalam mengembangkan teknologi kecerdasan artifisial (KA). Sekaligus menunjukan berbagai produk inovasi dalam kecerdasan artifisial di Indonesia.
AIS 2020 menghadirkan beberapa parade pameran, poster, dan webinar yang dikemas secara virtual dari berbagai principal teknologi di bidang kecerdasan artifisial. Pembicara kunci ataupun keynote speaker baik dari luar maupun dalam negeri yang memang pakar menguasai bidang ini juga dihadirkan. "Mereka sharing kepada kita semua tentang perkembangan kemajuan teknologi AI," ujarnya.
Dini menjelaskan, selain Webinar, para peserta AIS 2020 juga dapat mengunjungi pameran virtual. Mereka dapat melihat inovasi-inovasi yang dihasilkan oleh lembaga pemerintahan, perguruan tinggi, industri internasional, industri nasional, start-up dan asosiasi dibidang teknologi BIG Data, AI, Cloud Computing serta IOT.
Lihat Juga :