Yamaha Indonesia Pastikan Aerox Lawas Tetap Diproduksi dan Dijual
Kamis, 12 November 2020 - 06:05 WIB
loading...
YAMAHA All New Aeroc 155 Connected. FOTO/ DOK SINDOnews
A
A
A
BOGOR - Beberapa hari lalu, Yamaha Indonesia telah meluncurkan All New Aerox 155 Connected. Generasi terbaru dari Aerox ini masuk ke dalam keluarga Maxi, menyusul pendahulunya. (Baca juga: Tel-U Peringkat 2 Perguruan Tinggi Kategori Manajemen Inovasi )
Meski begitu, Manager Public Relation PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Anton Widiantoro, memastikan Aerox generasi sebelumnya tetap diproduksi dan masih dijual di pasaran. (Baca juga: Barisan Perusahaan Teknologi yang Mau Jadi Pahlawan Penyelamat Huawei )
"Dihentikan atau tidak (produksi Aerox sebelumnya) kita lihat demand. Pelan-pelan kita adjusting pelan-pelan sesuai permintaan," tutur Anton, di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/11/2020).
Meski begitu, Anton enggan mengungkapkan komposisi produksi dari Aerox lama. Tetapi ia mengaku perusahaannya pasti memprioritaskan Aerox teranyarnya.
Anton juga mengaku tak bisa memastikan sampai kapan Aerox generasi sebelumnya tetap diproduksi dan dijual di pasaran. "Tinggal dilihat permintaannya. Itu umum karena serapan pasar butuh waktu. Terlebih di pandemi ini. Jadi butuh effort lebih," imbuhnya.
Meski begitu, Manager Public Relation PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Anton Widiantoro, memastikan Aerox generasi sebelumnya tetap diproduksi dan masih dijual di pasaran. (Baca juga: Barisan Perusahaan Teknologi yang Mau Jadi Pahlawan Penyelamat Huawei )
"Dihentikan atau tidak (produksi Aerox sebelumnya) kita lihat demand. Pelan-pelan kita adjusting pelan-pelan sesuai permintaan," tutur Anton, di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/11/2020).
Meski begitu, Anton enggan mengungkapkan komposisi produksi dari Aerox lama. Tetapi ia mengaku perusahaannya pasti memprioritaskan Aerox teranyarnya.
Anton juga mengaku tak bisa memastikan sampai kapan Aerox generasi sebelumnya tetap diproduksi dan dijual di pasaran. "Tinggal dilihat permintaannya. Itu umum karena serapan pasar butuh waktu. Terlebih di pandemi ini. Jadi butuh effort lebih," imbuhnya.
Lihat Juga :