Mobil Listrik Murah, Solusi Utama Pengganti Mobil Berbahan Bakar Fosil

Sabtu, 12 Desember 2020 - 08:00 WIB
loading...
Mobil Listrik Murah, Solusi Utama Pengganti Mobil Berbahan Bakar Fosil
Tesla masih berupaya mencari solusi agar dapat membuat mobi listrik murah yang harganya di bawah Rp500 juta. Foto/IST
A A A
JAKARTA - Mobil listrik dengan harga yang murah merupakan salah satu cara yang mujarab agar pelarangan penjualan mobil berbahan bakar fosil berjalan sukses. Pasalnya tanpa harga yang kompetitif atau murah, konsumen akan tetap tidak bisa beralih dari mobil konvensional ke mobil listrik. (Baca juga : 2030, Kiamat Kecil buat Mobil Berbahan Bakar Fosil )

Harga mobil listrik saat ini memang tergolong mahal. Di Indonesia saja Tesla Model 3, sebagai varian entry level Tesla, dijual di harga Rp1,5 miliar. Sementara di pasar luar negeri harga Tesla mencapai USD40.000 atau hampir setara Rp556 juta. Harga ini jauh lebih mahal dibanding mobil-mobil sedan entry level konvensional.

Christina Bu, Secretary General of the Norwegian EV Association mengatakan jika ingin target 2030 tercapai artinya jutaan mobil listrik sudah berada di jalan. Selain itu juga harus dibangun infrastruktur pendukung yang memadai. "Yang perlu dilakukan adalah menyenangkan hati masyarakat yang ingin memiliki mobil listrik. Caranya dengan harga yang murah dan infrastruktur yang cukup. Jika tidak senang, mereka akan tetap memilih mobil konvensiona," ucap Christina Bu. (Baca juga : Memalukan, Bugatti Terpaksa Recall 77 Bugatti Chiron )

Saat ini perusahaan mobil dan start up mobil listrik seperti Tesla memang berupaya mewujudkan mobil listrik murah. CEO Tesla, Elon Musk berupaya dalam tiga tahun ke depan Tesla akan memiliki mobil listrik dengan harga USD25.000 atau setara Rp347 juta. "Pasar terbesarnya memang ada di segmen harga itu USD25.000," ujar Elon Musk.

Hal yang sama dilakukan Volkswagen yang malah mengusung proyek khusus bernama “Small BEV (Battery Electric Vehicle)”. Proyek ini memang dikhususkan untuk membuat mobil listrik dengan harga USD24.000 (Rp333 juta) hingga USD30.000 (Rp417 juta). Rencananya mobil itu akan diluncurkan pada 2023. Jadi masih cukup waktu membanjiri mobil-mobil listrik di jalan sebelum rencana 2030 dijalankan. Masih ada waktu untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik dengan mewujudkan mobil-mobil listrik murah yang dapat dimiliki semua orang. "Ke depannya perubahan iklim adalah tantangan terbesar yang dihadapi semua orang," ucap Herbert Diess, CEO Volkswagen.
(wsb)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1973 seconds (11.252#12.26)