Disiplin Minum Suplemen Ini, Imun ODP Diyakini Meningkat
Sabtu, 23 Mei 2020 - 23:30 WIB
loading...
A
A
A
Ceritanya diawali ketika perusahaan tempatnya bekerja mengadakan rapid test massal untuk mengantisipasi penularan dan penyebaran COVID-19. Hasilnya, pada Anti SARS-Cov-2 (IgM)-nya reaktif. Oleh perusahaan dia diminta untuk tidak bekerja dulu selama 14 hari dan melakukan karantina mandiri di rumah.
Karena shock tidak bisa bekerja untuk waktu yang cukup lama akibat rapid test tersebut, selama di rumah Bambang tak kehilangan akal untuk mencari cara agar imunnya kembali baik. Dia pun rajin mengonsumsi obat-obat herbal buatan China yang cukup mahal harganya.
Namun bukannya badan bisa kembali segar, tapi Bambang justru sulit tidur. Akibatnya kondisi kesehatan mulai menurun.
Kondisi kesehatannya makin tidak jelas membuat Bambang mencoba melakukan rapid test mandiri di laboratorium dan hasilnya reaktif. Karena hasil seperti itu, pihak lab menyarankan dirinya mengisolasi mandiri di rumah.
"Seperti dunia mau runtuh. Saya harus melakukan isolasi mandiri. Sudah pasti yang saya alami kembali stres berat karena penderitaan makin panjang. Harus dijauhi anak, istri, juga keluarga dekat, termasuk tetangga. Sepertinya saya lepra yang bisa menular bagi siapa pun yang mendekat," tutur Bambang.
Dia pun mendapat telepon dari Tim Covid-19 Pemkot Semarang dan meminta supaya menyiapkan diri untuk dijemput tim kesehatan menggunakan pakaian Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Mereka akan datang menjemput ke rumahnya di Panggung Lor, Semarang Utara.
Selama menjalani isolasi Bambang mengaku diperlakukan petugas sangat baik dan responsif. "Setiap hari kami dikontrol dengan melaporkan kondisi ttv (suhu badan, oksigen dalam darah dan tensi). Juga makan kami dijaga dan suplemen JSH Herbal yang kami minum dimonitor. Mereka minta kami terbuka untuk menyampaikan apakah ada keluhan atau tidak selama dirawat," tutur Bambang.
Karena shock tidak bisa bekerja untuk waktu yang cukup lama akibat rapid test tersebut, selama di rumah Bambang tak kehilangan akal untuk mencari cara agar imunnya kembali baik. Dia pun rajin mengonsumsi obat-obat herbal buatan China yang cukup mahal harganya.
Namun bukannya badan bisa kembali segar, tapi Bambang justru sulit tidur. Akibatnya kondisi kesehatan mulai menurun.
Kondisi kesehatannya makin tidak jelas membuat Bambang mencoba melakukan rapid test mandiri di laboratorium dan hasilnya reaktif. Karena hasil seperti itu, pihak lab menyarankan dirinya mengisolasi mandiri di rumah.
"Seperti dunia mau runtuh. Saya harus melakukan isolasi mandiri. Sudah pasti yang saya alami kembali stres berat karena penderitaan makin panjang. Harus dijauhi anak, istri, juga keluarga dekat, termasuk tetangga. Sepertinya saya lepra yang bisa menular bagi siapa pun yang mendekat," tutur Bambang.
Dia pun mendapat telepon dari Tim Covid-19 Pemkot Semarang dan meminta supaya menyiapkan diri untuk dijemput tim kesehatan menggunakan pakaian Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Mereka akan datang menjemput ke rumahnya di Panggung Lor, Semarang Utara.
Selama menjalani isolasi Bambang mengaku diperlakukan petugas sangat baik dan responsif. "Setiap hari kami dikontrol dengan melaporkan kondisi ttv (suhu badan, oksigen dalam darah dan tensi). Juga makan kami dijaga dan suplemen JSH Herbal yang kami minum dimonitor. Mereka minta kami terbuka untuk menyampaikan apakah ada keluhan atau tidak selama dirawat," tutur Bambang.
Lihat Juga :