Mercedes-Benz Nyerah Bikin Mobil dengan Harga Murah

Rabu, 15 September 2021 - 09:00 WIB
loading...
Mercedes-Benz Nyerah Bikin Mobil dengan Harga Murah
Porto folio Mercedes-Benz saat ini dipenuhi dengan mobil-mobil dari semua segmen yang ada. Foto/IST
JAKARTA - Mercedes-Benz memutuskan untuk tidak lagi membuat mobil dengan harga terjangkau atau murah. Pasalnya mobil-mobil tersebut justru buruk buat imej Mercedes-Benz.

Perusahaan mobil asal Jerman itu mengakui, sebagai merek mobil kelas atas, mereka harusnya tidak terlalu pusing memikirkan besarnya volume penjualan. Sebagai produsen mobil premium mereka harusnya fokus memberikan mobil-mobil berkualitas tinggi pada konsumen setia mereka.

"Saat ini kami berupaya dengan sadar untuk mengurangi permintaan. Di saat yang sama kami menggeser fokus ke segmen yang lebih mewah," ujar Harald Wilhelm, Chief Financial Officer Daimler, pemilik merek Mercedes-Benz.

Baca juga : Hyundai Buka Selubung Interior Penantang Suzuki Ignis, Hyundai Casper



Hal yang sama juga diungkap oleh Ola Kellenius ketika ditunjuk sebagai orang nomor satu Mercedes-Benz. Pebisnis berpaspor Swedia itu mengatakan besarnya volume penjualan tidak berefek besar pada profit yang sesuai dengan keinginan Mercedes-Benz. Mereka saat ini tidak melihat peluang volume penjualan dari mobil-mobil harga terjangkau atau murah sebagai kesempatan yang perlu dimanfaatkan. "Kami akan menghilangkan beberapa model yang menurut kami tidak mencapai target yang kami inginkan," jelasnya.

Baca juga : Berkah PPnBM, 3 Merek Ini Langsung Lampaui Capaian Penjualan Tahun 2020


Langkah ini memang jadi langkah yang menarik buat Mercedes-Benz. Pasalnya Mercedes-Benz memang ingin dikenal sebagai produsen mobil premium atau supermewah. Nyatanya produsen mobil-mobil supermewah seperti Bentley dan Rolls-Royce memang tidak mengedepankan volume produksi sebagai senjata andalan. Mereka fokus membuat mobil supermewah dengan jumlah terbatas.

"Volume memang penting di dunia industri otomotif. Kita memang tidak serta merta melepaskan keuntungan dari volume penjualan. Tapi kami akan mencoba meraihnya dengan cara meningkatkan kontribusi margin absolut," jelas Harald Wilhelm.
(wsb)
preload video
Komentar Anda
OTO UPDATE