GAIKINDO Minta Peralihan Penggunaan Kendaraan Listrik Berlangsung Alami

Jum'at, 15 Oktober 2021 - 20:35 WIB
loading...
GAIKINDO Minta Peralihan Penggunaan Kendaraan Listrik Berlangsung Alami
Indonesia memiliki potensi besar menjadi negara kaya karena menguasai sekitar 23% cadangan nikel dunia ditambah memiliki sumber daya elemen penyusun baterai litium. FOTO/ IST
JAKARTA - Peta jalan pengembangan kendaraan listrik (Low Carbon Emission Vehicle/LCEV) di Indonesia sudah ditetapkan pemerintah dan akan segera diterapkan. Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendorong industri otomotif Indonesia menuju era elektrifikasi.

Ketua V Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), Shodiq Wicaksono berharap peralihan penggunaan kendaraan listrik dari sebelumnya kendaraan berbahan bakar minyak bisa berlangsung secara alami di sisi masyarakat maupun industri karena ada banyak faktor yang mempengaruhi. BACA JUGA - Roadmap Pembelian Mobil Listrik di Instansi Pemerintah Disiapkan

“Contohnya dahulu masyarakat Indonesia menggunakan mobil bertransmisi manual, namun untuk mengenalkannya ke transmisi otomatis dilakukan edukasi oleh APM secara alamiah sampai akhirnya mereka beralih sendiri. Begitu juga dengan EV ini mungkin bisa dilakukan dengan pendekatan transisi secara alamiah,”ujar Shodiq saat menjadi pembicara webinar ‘Quo Vadis Industri Otomotif Indonesia di Era Elektrifikasi’ yang diselenggarakan oleh Forum Wartawan Industri (FORWIN) secara daring, Jumat (15/10/2021).
.
Ia menilai strategi peralihan secara alamiah terbukti berhasil diterapkan oleh pemerintah dalam upaya menurunkan emisi karbon melalui produksi Low Cost Green Car (LCGC) yang dilakukan pada 2013 lalu.

“Sampai saat ini kontribusi penjualan LCGC terhadap total penjualan kendaraan nasional bisa bertahan di angka 20%. Jadi memang stepping menuju pure EV itu perlu dilakukan secara alamiah,”jelas Shodiq.



Seperti diketahui sebelum industri nasional bisa memproduksi baterai kendaraan listrik sendiri, ada dua teknologi lain yang bisa dijadikan tahapan menuju kendaraan listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV), yaitu HEV (Hybrid Electric Vehicle) dan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle).

“Seberapa cepat kita bisa menuju BEV tergantung kesiapan para stakeholder. Kalau baterai kendaraan listrik yang murah bisa tersedia dengan cepat, dan insentif pembelian atau penjualan BEV bisa diberikan dengan baik maka prosesnya bisa lebih cepat. Artinya ada banyak hal yang harus diperhatikan sebelum mencapai ke BEV,” kata Shodiq.

GAIKINDO menurutnya juga mencatat ada beberapa tantangan yang akan terjadi apabila Indonesia tidak melalui tahapan alamiah menuju BEV.

Tantangan utama adalah harga jual BEV yang tersedia di Indonesia saat ini masih tergolong mahal alias masih di angka Rp 600 juta lebih.

“Sementara daya beli masyarakat Indonesia untuk kendaraan itu masih sekitar di bawah Rp 300 juta. Ada gap Rp 300 juta yang perlu diperhatikan. Kalau ada teknologi baterai yang bisa cepat diproduksi di dalam negeri dengan lebih murah dan efisien, maka harga EV akan lebih murah karena sekitar 40-60% harga mobil listrik itu berasal dari baterai,”tegasnya.
halaman ke-1
preload video
Berita Terkait
Akuisisi Pabrik Mobil Listrik Ditolak Ahok, Pengamat Duga Ada Tekanan Kuat
Porsche Segera Ganti Konsep Dealer Mobil Jadi Seperti Apple Store
Nikmati Sederet Fitur Premiumnya, Hyundai CRETA Resmi Diluncurkan di GIIAS 2021
Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik, PLN Dorong Standardisasi
Tolak Rencana IBC Akuisisi Produsen Mobil Listrik Jerman, Ahok: Tidak Layak!
Siap Melayani Pemilik Mobil Listrik, Andalan Motor Buka Dealer Hyundai di Bogor
Robot Canggih DRMA Siap Produksi Komponen Kendaraan Listrik
GIASS 2021 Jadi Ajang Penyempurnaan New Xpander
Uji Coba Gelora E, DFSK Dukung Elektrifikasi Transportasi Darat DAMRI
Penjualan Ponsel Xiaomi Turun 5,8%, Xiaomi Kebut Mobil Listrik di 2024
Gawat, Populasi Kendaraan Listrik di Indonesia Belum Sesuai Target Roadmap
Inilah Detail Pesawat Listrik tercepat Bikinan Rolls-Royce
BMW Indonesia Sukses Capai Transaksi Rp1 Triliun Lebih di GIIAS 2021
Komentar Anda
OTO UPDATE