Sandal, Kurangi Tekanan Ban, Hal-hal Fatal Saat Naik Motor Hujan-hujanan

Selasa, 18 Januari 2022 - 14:00 WIB
loading...
Sandal, Kurangi Tekanan Ban, Hal-hal Fatal Saat Naik Motor Hujan-hujanan
Banyak pengendara motor nekat hujan-hujanan karena jalan yang lebih kosong. Foto/DOK. Wahana Makmur Sejati.
A A A
JAKARTA - Hujan deras yang terjadi Selasa (18/1/2022) ini tidak membuat pengendara sepeda motor menghentikan perjalanan mereka. Banyak dari mereka tetap bertahan hujan-hujanan.

Masalahnya menurut keterangan resmi Tim Safety Riding Promoting (SRP) PT Wahana Makmur Sejati ada beberapa hal fatal yang tetap mereka lakukan di saat berkendara di tengah hujan. Terlihat sepele namun fatal karena bisa merugikan pengendara motor sendiri.

Misalnya penggunaan sandal yang kerap dipakai untuk menggantikan sepatu. Umumnya pengedara sepeda motor menyimpan sepatu mereka di tas atau di bagasi motor dan memakai sandal ketika hujan-hujanan.

Masalahnya adalah ketika terjadi kecelakaan maka pengunaan sandal akan sangat merugikan. Pasalnya tidak ada pelindung yang cukup buat kaki pengendara motor.

Baca juga : Kawasaki Versys-X 250 Baru Meluncur di Jepang, Ini Perubahannya!

Sandal, Kurangi Tekanan Ban, Hal-hal Fatal Saat Naik Motor Hujan-hujanan


Kesalahan fatal lainnya adalah tekanan ban. Ada anggapan mengurangi tekanan ban akan membuat kestabilan motor saat hujan membaik. Hal ini memang biasa dilakukan untuk para penggemar trail dijalanan berlumpur dan licin untuk mengurangi tekanan ban agar tetap dapatkan traksi yang baik.

Namun di kondisi jalan hotmix dan cor hal itu akan berdampak negatif. Pengurangan tekanan angin pada permukaan yang keras dan licin justru akan mempengaruhi keseimbangan motor dan pengendara.

"Tetap jaga tekanan angin motor anda pada tekanan yang direkomendasikan. Tenanan angin yang pas akan berpengaruh pada kenyamanan dan kontrol pada saat tikungan dan sangat penting di kala hujan,” ujar Agus Sani, Head of SRP PT Wahana Makmur Sejati.

Baca juga : Buat Crazy Rich Misterius, Rolls-Royce Bawa Mobil Termahal di Dunia Unit Kedua
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1556 seconds (10.177#12.26)