Pertahankan Teknologi Lama, Alasan Toyota Minta Bantuan Yamaha

Minggu, 20 Februari 2022 - 20:45 WIB
loading...
Pertahankan Teknologi...
Mobil legendaris hasil koloborasi Toyota dan Yamaha. FOTO. IST
A A A
TOKYO - Toyota meminta Yamaha untuk mengembangkan mesin V8 regular aspiration (NA) yang menggunakan bahan bakar hidrogen. Langkah ini diambil karena Toyora tak hanya fokus pengembangan mesin bertenaga listrik saja.

Seperti dilansir dari Rideapart, pengumuman itu muncul setelah Toyota, Mazda, Subaru dan Kawasaki siap bekerja sama dalam upaya memperpanjang umur teknologi mesin pembakaran internal, sekaligus memenuhi standar emisi.

Mesinnya tidak sepenuhnya baru. Sebagai gantinya, mesin berkapasitas 5.0 liter dibangun berdasarkan mesin yang digunakan pada coupe Lexus RC F. Namun dimodifikasi dari segi injektor bahan bakar, kepala, intake manifold serta komponen lainnya.

Yamaha menyebut mesin V8 mampu menghasilkan tenaga hingga 444hp pada 6.800rpm dan torsi 540Nm pada 3.600rpm. Angka tersebut sebenarnya sedikit kurang bertenaga dibandingkan mesin tradisional dengan 472hp dan torsi 536Nm yang dipasang pada model RC F Track Edition.

Toyota dan yamaha telah bekerjasama sejak 1974, untuk berkolaborasi membuat mobil bernama Yamahauler. Mobil pikap yang diproduksi Toyota tersebut dirancang peruntukannya sebagai mobil towing untuk mengangkut sepeda motor.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Toyota Fortuner Generasi...
Toyota Fortuner Generasi Terbaru Resmi Diperkenalkan, Ini Tampangnya
Lagi-lagi Akio Toyoda...
Lagi-lagi Akio Toyoda Serang Mobil Listrik, Kali Ini Berikut Penyebabnya
Yamaha MX King 150 Prima...
Yamaha MX King 150 Prima Pramac Livery Meluncur di PRJ 2026
Toyota Kenalkan Transmisi...
Toyota Kenalkan Transmisi Manual Canggih Mobil Listrik
Antusiasme Tinggi Warnai...
Antusiasme Tinggi Warnai Debut Yamaha CLASSY Modifest 2026 di Surabaya
Industri Otomotif Jerman...
Industri Otomotif Jerman Tambah Sekarat Akibat Perang Timur Tengah
Menuju Tujuh Dekade...
Menuju Tujuh Dekade Astra: Perkuat Fokus Strategis untuk Dorong Pertumbuhan Perusahaan
Intip Kinerja MPMX Mengawali...
Intip Kinerja MPMX Mengawali 2026: Profitabilitas Meningkat di Tengah Dinamika Pendapatan
IIMS Jakarta 2026 Selesai...
IIMS Jakarta 2026 Selesai Digelar, Hadirkan Solusi Finansial Holistik bagi Industri Otomotif
Rekomendasi
Rueibin Chen Ungkap...
Rueibin Chen Ungkap Alasan Pilih Musik Karya Brahms untuk Konser Eksklusif di Jakarta
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
MNC University Bahas...
MNC University Bahas Masa Depan Produksi Iklan di Era AI melalui Talkshow KRUFEST
Berita Terkini
Apa Itu PHEV? Begini...
Apa Itu PHEV? Begini Lepas L8 Tempuh 1.300 Km Sekali Isi Penuh
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan...
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan di HR Asia Awards 2026
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Xiaomi Kenalkan Tangan...
Xiaomi Kenalkan Tangan Robot untuk Pengisian Daya Baterai Mobil Listrik
Ford Batal Gunakan Baterai...
Ford Batal Gunakan Baterai LFP untuk Mobil Listriknya
BMW iX xDrive45, Kemewahan...
BMW iX xDrive45, Kemewahan Sunyi Seharga Rp2,6 Miliar
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved