Nah Loh, Hackers Mulai Cari Cuan dengan Retas SPKLU Mobil Listrik

Kamis, 12 Mei 2022 - 13:00 WIB
loading...
Nah Loh, Hackers Mulai Cari Cuan dengan Retas SPKLU Mobil Listrik
Upaya peretesan SPKLU oleh para hackers sudah dilakukan di Rusia dan Inggris. Foto/Carbuzz.
A A A
JAKARTA - Hackers mulai mencoba cari cuan atau untung dengan meretas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) mobil listrik. Upaya peretasan dilakukan dengan cara memperlambat pengisian ulang baterai mobil listrik hingga mengunci mobil listrik dari jarak jauh sehingga tidak bisa digunakan.

Yoav Levy, CEO Upstream Security upaya peretasan itu memang sangat mungkin terjadi. Pasalnya tanda-tanda peretasan SPKLU justru sudah terlihat belakangan ini akibat adanya invasi Rusia di Ukraina.

Saat itu sekelompok peretas mengambil alih kontrol SPKLU dari jarak jauh guna berkampanye menentang aksi Presiden Rusia Vladimir Putin menginvasi Ukraina. SPKLU-SPKLU yang ada di Inggris dan Rusia diretas sehingga menampilkan slogan-slogan yang menentang invasi Rusia atas Ukraina.

Baca juga : Mobil China Lawan Kuat SUV Legendaris Amerika Mulai Menampakkan Diri

Nah Loh, Hackers Mulai Cari Cuan dengan Retas SPKLU Mobil Listrik


"Kita sudah melihat peretasan pertama yang terjadi di SPKLU atau Charging Stations. Saya yakin sudah ada kejadian lain yang tidak terpublikasi. Hackers akan selalu mencari cara untuk mendapatkan uang," ujar Yoav Levy dikutip Automotive News.

Dia melanjutkan peretas kemungkinan besar akan menargetkan mobil-mobil listrik yang digunakan oleh perusahaan atau armada. Mereka nantinya akan meminta sejumlah besar uang agar mobil-mobil itu tetap bisa berfungsi sesuai kebutuhan perusahaan.

Baca juga : Ioniq 5 Jadi Mobil Listrik Terlaris Buatan Hyundai, Segera Terjual 90.000 Unit

Mereka justru tidak melihat adanya peluang besar peretasan charging stations atau SPKLU yang digunakan oleh mobil listrik pribadi. Pasalnya target yang diincar terlalu kecil jika dibandingkan dengan armada mobil listrik yang digunakan sebuah perusahaan.

"Jika Anda memiliki armada mobil listrik, maka Anda menghadapi risiko yang lebih besar. Pikirkan tentang perusahaan pengiriman yang harus bekerja 24 jam mengantarkan barang," jelasnya.
(wsb)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3319 seconds (10.55#12.26)