Komponen Mobil Perlu Diperiksa Kerusakannya Setelah Terendam Banjir, Nomor 4 Paling Rawan
Minggu, 05 Juni 2022 - 12:43 WIB
loading...
A
A
A
Jika mobil terendam banjir, ada peluang korsleting pada Engine Control Unit (ECU) yang menjadi otak dari mobil modern. Banyak mobil keluaran baru memiliki ECU yang diletakkan di dalam ruang mesin. Posisi ini jelas rentan terkena air saat melibas banjir.
Jika sampai terjadi korsleting, maka kamu tidak ada pilihan lain yaitu harus mengganti ECU baru, karena ECU ini tidak disarankan untuk diservis.
Lalu apakah kondisi yang sama juga berlaku buat mobil yang terendam banjir rob. Nah, hal itu justru berbeda lagi. Rifat Sungkar, praktisi safety driving dan Wakil Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) justru mengatakan mobil yang terendam banjir rob mau tidak mau harus diganti seluruh part atau komponennya.
Menurut dia tingkat oksidasi air laut akan sangat berbahaya buat kendaraan. Tidak hanya mobil tapi juga motor. Menurutnya jangan sampai ada air laut yang masih menempel di setiap bagian mobil dan motor.
"Sebenarnya itu kondisi mobilnya sudah ada di terminal damage. Saya rekomendasi ganti semuanya karena sistem yang terkena air laut dan jadi kerak pasti akan jadi masalah baru," pungkasnya.
Jika sampai terjadi korsleting, maka kamu tidak ada pilihan lain yaitu harus mengganti ECU baru, karena ECU ini tidak disarankan untuk diservis.
Lalu apakah kondisi yang sama juga berlaku buat mobil yang terendam banjir rob. Nah, hal itu justru berbeda lagi. Rifat Sungkar, praktisi safety driving dan Wakil Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) justru mengatakan mobil yang terendam banjir rob mau tidak mau harus diganti seluruh part atau komponennya.
Menurut dia tingkat oksidasi air laut akan sangat berbahaya buat kendaraan. Tidak hanya mobil tapi juga motor. Menurutnya jangan sampai ada air laut yang masih menempel di setiap bagian mobil dan motor.
"Sebenarnya itu kondisi mobilnya sudah ada di terminal damage. Saya rekomendasi ganti semuanya karena sistem yang terkena air laut dan jadi kerak pasti akan jadi masalah baru," pungkasnya.
(wsb)
Lihat Juga :