Inreyen Motor, Mitos dan Fakta yang Perlu Anda Ketahui
Kamis, 21 Juli 2022 - 15:00 WIB
loading...
A
A
A
Inreyen tidak ubahnya memang seperti proses adaptasi. Umumnya pemilik motor diupayakan tidak menarik tuas gas secara spontan, tidak memacu motor dengan kecepatan tinggi, menjaga RPM mesin pada standar pabrikan, tidak melakukan pengereman mendadak, hingga tidak memaksa motor mengangkut beban berat.
Baca juga : Dekati Millenials, MG Bikin Mobil Seni Bareng Seniman Muklay
Seluruh poin-poin tersebut dilakukan setidaknya hingga motor mencapai akumulasi jarak tempuh 250 kilometer hingga 500 kilometer untuk pertama kalinya, sebelum melakukan servis pertama. Dulu cara-cara itu memang dilakukan agar kondisi motor bisa bekerja secara optimal. Saat ini sebaliknya cara-cara tersebut adalah upaya adaptasi.
Salah satu yang paling relevan dari inreyen justru adalah penggantian pelumas. Pasalnya penggantian oli untuk pertama kalinya usai jarak tempuh 500 kilometer ke atas justru dilakukan untuk memantau kondisi motor lebih dini.
Jadi masa penyesuaian sepeda motor memang sudah tak perlu lagi diperdebatkan. Pasalnya, pabrikan sepeda motor sudah merakit produknya agar bisa langsung siap digunakan.
Baca juga : Dekati Millenials, MG Bikin Mobil Seni Bareng Seniman Muklay
Seluruh poin-poin tersebut dilakukan setidaknya hingga motor mencapai akumulasi jarak tempuh 250 kilometer hingga 500 kilometer untuk pertama kalinya, sebelum melakukan servis pertama. Dulu cara-cara itu memang dilakukan agar kondisi motor bisa bekerja secara optimal. Saat ini sebaliknya cara-cara tersebut adalah upaya adaptasi.
Salah satu yang paling relevan dari inreyen justru adalah penggantian pelumas. Pasalnya penggantian oli untuk pertama kalinya usai jarak tempuh 500 kilometer ke atas justru dilakukan untuk memantau kondisi motor lebih dini.
Jadi masa penyesuaian sepeda motor memang sudah tak perlu lagi diperdebatkan. Pasalnya, pabrikan sepeda motor sudah merakit produknya agar bisa langsung siap digunakan.
(wsb)
Lihat Juga :