Hujan Deras, Ini 3 Jenis Aquaplaning yang Wajib Dihindari
Kamis, 13 Oktober 2022 - 15:57 WIB
loading...
A
A
A
1. Dynamic Aquaplaning
Terjadi ketika air mengangkat roda dari landasan. Ini karena genangan air menumpuk di depan ban dan mengangkatnya dari landasan. Ketika hal itu terjadi, berarti Anda benar-benar mengendarai air dan tidak memiliki traksi atau pengereman.
2. Aquaplaning Karet Terbalik
Aquaplaning karet terbalik terjadi ketika ban terkunci, karet mulai meleleh, dan air yang terperangkap di bawah ban berubah menjadi uap.
Ketika itu terjadi, berarti sedang mengendarai uap, dan ban akan meleleh dalam prosesnya.
BACA JUGA: Spesifikasi Mobil Komando Korlantas KTT G20, Bisa Lihat CCTV Seluruh Indonesia
3. Viscous Aquaplaning
Ketika oli atau akumulasi karet bergabung dengan air di landasan pacu, itu dapat membentuk lapisan cairan yang tidak dapat ditembus oleh ban.
Hal ini terjadi biasanya di landasan pacu aspal mulus. Gunakan tekanan rem yang ringan, dan jangan pernah mengunci rem saat mendarat.
Terjadi ketika air mengangkat roda dari landasan. Ini karena genangan air menumpuk di depan ban dan mengangkatnya dari landasan. Ketika hal itu terjadi, berarti Anda benar-benar mengendarai air dan tidak memiliki traksi atau pengereman.
2. Aquaplaning Karet Terbalik
Aquaplaning karet terbalik terjadi ketika ban terkunci, karet mulai meleleh, dan air yang terperangkap di bawah ban berubah menjadi uap.
Ketika itu terjadi, berarti sedang mengendarai uap, dan ban akan meleleh dalam prosesnya.
BACA JUGA: Spesifikasi Mobil Komando Korlantas KTT G20, Bisa Lihat CCTV Seluruh Indonesia
3. Viscous Aquaplaning
Ketika oli atau akumulasi karet bergabung dengan air di landasan pacu, itu dapat membentuk lapisan cairan yang tidak dapat ditembus oleh ban.
Hal ini terjadi biasanya di landasan pacu aspal mulus. Gunakan tekanan rem yang ringan, dan jangan pernah mengunci rem saat mendarat.
(dan)
Lihat Juga :