Bos Tesla Minta Jangan Terlalu Percaya Sistem Otomatis

Senin, 04 Juli 2016 - 14:06 WIB
Bos Tesla Minta Jangan...
Bos Tesla Minta Jangan Terlalu Percaya Sistem Otomatis
A A A
FLORIDA - Korban tewas pertama dalam kecelakaan mobil Tesla yang bisa berjalan sendiri telah diumumkan oleh para pejabat perusahaan Tesla. Menurut pernyataan perusahaan, ini adalah korban tewas pertama sejak mobil-mobil Tesla yang bisa berjalan sendiri itu mencatat perjalanan lebih dari 208 juta kilometer.

Seperti Dilansir dari Motor1, Senin (4/7/2016) Kecelakaan itu masih diselidiki oleh Dinas Keselamatan Jalan Raya Amerika. Pemilik mobil itu, Joshua D. Brown, meninggal seketika dalam kecelakaan yang terjadi bulan lalu di dekat kota Williston, Florida, ketika kamera-kamera yang terpasang di mobil itu tidak bisa membedakan badan truk gandengan yang berwarna cerah dengan warna langit, sehingga mobil tidak otomatis mengerem.

Pengemudi truk gandengan itu mengatakan, Joshua Brown sedang menonton film Harry Potter yang ditayangkan lewat layar televisi kecil di mobil itu ketika kecelakaan terjadi.

Tapi pejabat perusahaan Tesla Motors mengatakan layar sentuh pada mobil model ā€œSā€ yang mendapat kecelakaan itu tidak bisa digunakan untuk menonton rekaman video. Laporan polisi dari tempat kecelakaan tidak menyebut tentang hal itu.

Pendiri perusahaan yang membuat mobil Tesla itu, Elon Musk, menyampaikan duka citanya yang mendalam atas jatuhnya korban mobil yang menggunakan sistem otopilot itu, lewat sebuah tweet hari Kamis.

Kecelakaan terjadi di persimpangan jalan yang tidak diatur lampu lalu lintas, ketika truk gandengan itu sedang membelok ke kiri di depan mobil Brown, dan mobil Tesla itu menabrak bagian bawah truk besar tadi, sehingga bagian atapnya sama sekali terpotong. Brown dinyatakan meninggal seketika.

Tesla mengatakan sistem otopilot bukan berarti pengendara bisa sama sekali lepas tangan dalam menjalankan mobil itu. Menurut petunjuk Tesla, pengemudi harus tetap memegang kemudi dan siap untuk mengambil-alih operasi apabila ada keadaan darurat.

Dengan menggunakan beberapa kamera, radar dan laser, mobil Tesla itu bisa berjalan sendiri di jalurnya, atau pindah jalur berdasarkan kecepatan lalulintas disekitarnya. Mobil itu juga bisa mengerem dan memperlambat laju kendaraan apabila mobil di depannya melambat.
(wbs)
Berita Terkait
Gembosi Tesla, General...
Gembosi Tesla, General Motors Siapkan 30 Model Mobil Listrik
Dibantu Perakit iPhone,...
Dibantu Perakit iPhone, Lordstown Motors Tantang Truk Listrik Buatan Tesla
Mau Buat 30 Mobil Listrik,...
Mau Buat 30 Mobil Listrik, GM Siapkan Dana Rp378,2 Triliun
GM Tumbang di China,...
GM Tumbang di China, Bisnis 100 Tahun Hancur Akibat Revolusi Mobil Listrik
Pil Pahit Mobil Listrik,...
Pil Pahit Mobil Listrik, Bikin Pusing Produsen Otomotif Dunia
Pasar Tesla Mulai Diserobot...
Pasar Tesla Mulai Diserobot Teknologi K-Pop
Berita Terkini
Harley-Davidson Berusia...
Harley-Davidson Berusia Hampir 100 Tahun Dimodifikasi Jadi Motor Hybrid
Industri Otomotif Jerman...
Industri Otomotif Jerman Tambah Sekarat Akibat Perang Timur Tengah
Jarak Tempuh Mobil Listrik...
Jarak Tempuh Mobil Listrik Volvo XC60 Kini Bertambah Tiga Kali Lipat
ByteDance Respons Soal...
ByteDance Respons Soal Kehadiran Mobil Listrik TikTok
Mobil Listrik Luce Picu...
Mobil Listrik Luce Picu Kontroversi, Ferrari Dijatuhkan Denda
Gemuruh Adrenalin Istora...
Gemuruh Adrenalin Istora dan Ketenangan Kabin G3+: Strategi Polytron Manjakan Atlet Bulu Tangkis Elite Dunia
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved