Bus Seperti TEB Sangat Cocok untuk Kebutuhan Warga Jakarta
Kamis, 04 Agustus 2016 - 10:28 WIB
Bus Seperti TEB Sangat Cocok untuk Kebutuhan Warga Jakarta
A
A
A
HEBEI - Kendaraan ini mungkin bisa disebut kendaraan masa depan, sebuah bus super besar yang hasil pengembangan negara China yang bisa mengangkut banyak orang. Bis raksasa ini sekarang sedang melakukan uji coba di Provinsi Hebei, pekan lalu.
Seperti dilansir dari BBC, Kamis (4/8/2016), bus yang diberi nama Transit Elebated Bus (TEB) ini mempunyai groundclerent cukup tinggi sehingga bisa melintasi mobil dibawahnya. Bus ini melaju di atas rel khusus yang posisinya tidak menganggu kendaraan lain karena dibuat di luar jalur kendaraan biasa.
Didukung oleh tenaga listrik, bis ini mampu membawa hingga 300 penumpang. Bus dengan lebar 7,8 meter dan panjang 21 meter ini mempunyai kabin seperti aula.
Pihak pengembang mengklaim bus ini mampu melaju dengan kecepatan maksimal hingga 60km/jam, dengan berjalan diatas rel. Namun tak bisa berhenti sembarangan karena harus ada halte khusus untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.
"TEB mempunyai fungsi yang sama seperti kereta bawah tanah, untuk pembangunan ifrastruktur dan kontruksinya kurang dari sepertlima dari kereta bawah tanah," ujar salah satu insinyur pemngembang TEB.
Menurutnya, satu TEB bisa menggantikan 40 bus konvensional. Meski masih cukup jauh untuk diimplementasikan di jalan-jalan sibuk kota China. Namun, awal pengujian ini adalah langkah pertama yang menjanjikan, menuju apa yang mungkin menjadi masa depan transportasi umum.
Ini sangat cocok untuk digunakan di Indonesia, dimana sarana angkutan umumnya salah satu penyebab kemacetan di kota-kota besar Tanah Air.
Seperti dilansir dari BBC, Kamis (4/8/2016), bus yang diberi nama Transit Elebated Bus (TEB) ini mempunyai groundclerent cukup tinggi sehingga bisa melintasi mobil dibawahnya. Bus ini melaju di atas rel khusus yang posisinya tidak menganggu kendaraan lain karena dibuat di luar jalur kendaraan biasa.

Pihak pengembang mengklaim bus ini mampu melaju dengan kecepatan maksimal hingga 60km/jam, dengan berjalan diatas rel. Namun tak bisa berhenti sembarangan karena harus ada halte khusus untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.

Menurutnya, satu TEB bisa menggantikan 40 bus konvensional. Meski masih cukup jauh untuk diimplementasikan di jalan-jalan sibuk kota China. Namun, awal pengujian ini adalah langkah pertama yang menjanjikan, menuju apa yang mungkin menjadi masa depan transportasi umum.
Ini sangat cocok untuk digunakan di Indonesia, dimana sarana angkutan umumnya salah satu penyebab kemacetan di kota-kota besar Tanah Air.
(dol)