Honda, Toyota dan Mazda Klaim Aman dari Skandal Kobe Steel

Jum'at, 20 Oktober 2017 - 16:59 WIB
Honda, Toyota dan Mazda...
Honda, Toyota dan Mazda Klaim Aman dari Skandal Kobe Steel
A A A
TOKYO - Skandal yang sedang mendera produsen logam terbesar ke-tiga di Jepang, Kobe Steel menjadi pukulan telak bagi produsen automotif Jepang. Enam produsen kendaraan papan atas dari Jepang, Nissan, Toyota, Honda, Mazda, Mitsubishi dan Subaru dipastikan menggunakan bahan yang dipasok oleh Kobe Steel.

Kemarin, Toyota mengumumkan materi yang dipasok oleh Kobe Steel kepada mereka tidak ada masalah. Menurut Toyota, setelah diselidiki, bahan aluminium yang dipasok oleh Kobe Steel kepada yang digunakan untuk membuat kap mesin depan, pintu belakang, dan sisi kendaraan telah memenuhi standar internal mereka sendiri - dalam hal keamanan dan daya tahan.

Bahkan, menurut Reuters, Honda Motor Co dan Mazda Motor Co juga telah mengkonfirmasi bahan aluminium dari Kobe Steel yang digunakan untuk membuat bonnet dan eksterior lainnya untuk kendaraan mereka aman. Meski plat aluminium berada di luar spesifikasi pabrikan, masih aman digunakan. Aluminium disuplai dalam bentuk lembaran dan digunakan pada eksterior.

Aluminium menjadi bahan yang semakin populer bagi produsen mobil untuk digunakan di bagian tubuh lebih ringan dari baja, dan bisa meningkatkan efisiensi bahan bakar.

Seperti diketahui, Kobe Steel menginformasikan bahwa mereka telah mendeteksi pemalsuan data pada bubuk biji besi yang biasanya digunakan pada komponen kendaraan.

Chairman/President/CEO, Kobe Steel Ltd Kobe Stell, Hiroya Kawasaki, mengatakan hari ini bahwa pemalsuan data teknis dapat mempengaruhi semua produk produsen automotif asal Jepang.

"Saya tidak dapat mengesampingkan kemungkinan kasus baru, yang sedang diselidiki perusahaan dan di luar negara Asia untuk menentukan cakupan sebenarnya dari kecurangan tersebut," tutur Kawasaki seperti dilansir dari The Guardian.

Menurut Kawasaki untuk menyelidiki masalah kualitas dan menunjuk perusahaan hukum untuk melakukan penyelidikan terhadap semua cabang bisnis perusahaan termasuk di luar negeri. Mereka telah menemukan bukti kesalahan pada tahap pemeriksaan internal.

Kawasaki mengungkapkan setelah bertemu dengan pihak berwenang Kementerian Perindustrian. Pihaknya atasnama perusahaan meminta maaf hari ini

Sementara itu, Direktur Biro Industri Manufaktur, Akihiro Tada, dan mengatakan bahwa hal utama sekarang adalah mengkonfirmasikan kualitas dan keamanan produk yang telah didistribusikan. "Skandal ini sangat menyedihkan dan dapat menyebabkan kehilangan kepercayaan di seluruh sektor manufaktur di Jepang. " tutur Tada.

Sebelumnya, Kobe mengakui bahwa mereka juga telah mendeteksi data yang tidak benar mengenai daya tahan dan kekuatan produk aluminium dan tembaga mereka yang banyak digunakan oleh industri transportasi dan militer.

Saham Kobe anjlok 18 persen setelah pengakuan tersebut menyebabkan kerugian sekitar USD1,6 miliar. Mereka juga melacak jika proses manipulasi data ini belum pernah terjadi sebelumnya.
(wbs)
Berita Terkini
Mitsubishi Pajero Targetkan...
Mitsubishi Pajero Targetkan Segmen yang Sama dengan Toyota Land Cruiser
Perang Berdarah SUV...
Perang Berdarah SUV Listrik: Leapmotor B10 Masuk di Bawah Rp 500 Juta, Siapa Terjungkal?
Tak Mau Cuma Impor,...
Tak Mau Cuma Impor, Raksasa EV China Leapmotor Langsung Rakit B10 di Jawa Barat
Baterai Menyatu Rangka,...
Baterai Menyatu Rangka, Jok Jadi Kasur, Layar Dasbor 2.5K, Leapmotor B10 SUV China Rasa Eropa
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Dorong Ekosistem EV,...
Dorong Ekosistem EV, Wuling Berkolaborasi dengan Grab
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved