Toyota Usulkan Indonesia Bangun Kawasan Khusus Mobil Listrik

Jum'at, 27 Oktober 2017 - 20:31 WIB
Toyota Usulkan Indonesia...
Toyota Usulkan Indonesia Bangun Kawasan Khusus Mobil Listrik
A A A
TOKYO - Toyota mengusulkan agar Indonesia memiliki kawasan khusus bagi penggunaan mobil listrik guna mengedukasi masyarakat dalam pengoperasiannya. Apalagi pemerintah telah mencanangkan program mobil listrik (Electric Vehicle/EV).

"Dibuat seperti sistem kluster. Misalnya di kawasan tertentu hanya untuk kawasan mobil listrik seperti di Jepang," harap Presdir PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono di Tokyo, Jepang, Jumat (27/10/2017).

Menurut dia, edukasi tersebut penting agar masyarakat berminat menggunakan mobil listrik sehingga tercipta pasar. Indonesia bisa langsung masuk fase mobil listrik tanpa harus melewati fase mobil hibrida (hybrid vehicle/HV), plug-in HV (PHV).

Dikatakannya, ada empat pilar untuk merealisasikan hal ini. "Industri (mobil) dan pemerintah harus mengedukasi masyarakat agar mau menggunakan EV," tuturnya. Tak hanya itu, jaringan diler juga harus disiapkan dalam rangka memberikan jaminan purnajual kepada konsumen.

Menurut Warih, volume penjualan yang tinggi akan membuat industri mencapai skala ekonomi. Dengan demikian, harga EV bisa dibuat lebih kompetitif atau ditekan serendah mungkin.

Warih menegaskan, pemerintah perlu tegas mengenai pelaksanaan peraturan terkait EV. Selain itu, apa pun bentuknya, insentif perlu agar harga EV terjangkau oleh masyarajat. Cara ini pernah dilakukan Jepang yang memberikan diskon mobil-mobil hybrid . Lalu Amerika Serikat yang memberikan diskon harga untuk mobil hidrogen.

"Dari sisi industri, teknologi EV sudah ada sehingga bisa diproduksi. Yang penting skala ekonomi tercapai. Memang ada banyak perubahan komponen dan pemasok, terutama dari aspek power train. Ini butuh waktu," ujar Warih.

Yang menjadi tantangan terbesar industri dalam memproduksi EV adalah baterai. Idealnya waktu pengisian (charging time) hanya 10 menit dan jarak tempuh 500 kilometer (km). "Perlu juga dipikirkan masalah infrastrukturnya. Membangun SPLU (stasiun pengisian listrik) di mana, khususnya di kawasan macet perlakuannya harus seperti apa," pungkas Warih.
(mim)
Berita Terkait
Mobil Listrik yang Dikeluhkan...
Mobil Listrik yang Dikeluhkan Bos Toyota Sudah Dibuat di Abad 18
Bos Besar Toyota Enggak...
Bos Besar Toyota Enggak Nyaman dengan Perkembangan Industri Mobil Listrik
Toyota Cs Kudu Waspada,...
Toyota Cs 'Kudu' Waspada, Apple Car Ternyata Sudah Siap Mengaspal di 2021
Toyota Pamerkan SUV...
Toyota Pamerkan SUV Listrik BZAX di Shanghai Motor Show
Toyota Ajak Pabrikan...
Toyota Ajak Pabrikan Jepang Lain Bertarung Bersama di Pasar Mobil Listrik
Digoyang Merek Jerman,...
Digoyang Merek Jerman, Toyota: Lexus Perlu Ubah Irama, Produk, dan Mesin
Berita Terkini
Apa Itu PHEV? Begini...
Apa Itu PHEV? Begini Lepas L8 Tempuh 1.300 Km Sekali Isi Penuh
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan...
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan di HR Asia Awards 2026
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Xiaomi Kenalkan Tangan...
Xiaomi Kenalkan Tangan Robot untuk Pengisian Daya Baterai Mobil Listrik
Ford Batal Gunakan Baterai...
Ford Batal Gunakan Baterai LFP untuk Mobil Listriknya
BMW iX xDrive45, Kemewahan...
BMW iX xDrive45, Kemewahan Sunyi Seharga Rp2,6 Miliar
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved