NHTSA Dicurigai Cari-Cari Kesalahan Merek Mobil Korsel

Selasa, 20 Maret 2018 - 15:55 WIB
NHTSA Dicurigai Cari-Cari...
NHTSA Dicurigai Cari-Cari Kesalahan Merek Mobil Korsel
A A A
NEW YORK - Amerika Serikat telah menuding Jepang bermain curang dalam berbisnis automotif, kini National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) badan keamanan kualitas keselamatan dan homologasi kendaraan baru AS dianggap mencari-cari kesalahan merek-merek automotif Korea selatan.

Yang terbaru NHTSA, sedang menyelidiki tuduhan bahwa airbag (kantung udara) tidak berfungsi pada Hyundai dan Kia yang tersangka utama dan melibatkan penyelidikan yang dapat mempengaruhi lebih dari setengah juta kendaraan di AS.

NHTSA telah membuat pernyataan dalam situs resmi mereka bahwa sedang menyelidiki model Hyundai Sonata pada tahun 2011 dan 2012 dan Kia Forte pada tahun 2013 di pasar AS.

NHTSA mengatakan masalahnya bisa karena korsleting pada komputer kontrol kantung udara. Komponen bermasalah dihasilkan oleh vendor ZF-TRW.

NHTSA sedang menyelidiki merek otomotif lain mana yang menggunakan komponen tersebut.

Hyundai dan Kia AS telah mengakui bahwa masalahnya ada. Namun Hyundai telah dan membuat perintah recall untuk 155.000 Sonata di AS pada bulan Februari. Kia belum bertindak tapi diperkirakan akan mengumumkan sesuatu dalam waktu dekat.

Menurut informasi yang beredar Masalah ini perlu dijelaskan dengan baik karena ada beberapa tabrakan yang tidak akan menyebabkan kantung udara bekerja. Pasalnya dibeberapa negara lain tidak ada keluhan terhadap airbag kantung udara tersebut.

Diantaranya adalah pelanggaran yang tidak melibatkan area bodi kendaraan yang memiliki sensor kantung udara, atau pelanggaran yang tidak memadai.

Sebelumnya, Pada saat acara penggalangan dana swasta di Missouri Rabu pekan lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuduh Jepang curang dengan menggunakan apa yang disebut "tes bola bowling" pada impor mobil A.S. Pasalnya mobil impor yang masuk Jepang sudah sesuai dengan lingkungan hidup namun negara berjuluk Negara Matahari Terbit tersebut mempersulitnya.

Seperti dilansir dari Visordown Trump menyebut AS sangat menjaga mobil produksinya untuk pasar Jepang. Sementara untuk untuk masuk Negeri Matahari Terbit, menggunakan "tes bola bowling" adalah salah satu mekanisme yang digunakan, seperti dilansir The Washington Post.

Sementara itu, saat briefing di Gedung Putih, sekretaris pers Sarah Huckabee Sanders menjelaskan bahwa Trump hanya bercanda.

"Jelas, dia bercanda tentang tes khusus ini, namun ini menggambarkan cara-cara kreatif beberapa negara dapat membuat barang-barang Amerika keluar dari pasar mereka. "
(wbs)
Berita Terkait
Tesla Menarik Kembali...
Tesla Menarik Kembali 13.000 Mobil Listrik Akibat Kerusakan Sistem Baterai
Lampu Belakang Bermasalah,...
Lampu Belakang Bermasalah, Honda Umumkan Recall
Hyundai Santa Fe Kena...
Hyundai Santa Fe Kena Recall, Uji Tabrak Ungkap Masalah Serius
Lambat Urus Recall,...
Lambat Urus Recall, Daimler Trucks Dihukum Rp415 Miliar
Airbag Bermasalah, Kia...
Airbag Bermasalah, Kia Tarik Kembali 410.619 Unit Mobil
Waduh! BYD Recall 100...
Waduh! BYD Recall 100 Ribu Mobil Listrik, Ada Risiko Kebakaran!
Berita Terkini
Tata Diam-diam Gunakan...
Tata Diam-diam Gunakan Platform Freelander dan Teknologi Chery untuk Mobil Premium
Mengapa Seres E5 Plus...
Mengapa Seres E5 Plus Jadi Ancaman Baru di Kelas SUV PHEV 7-Seater Indonesia?
Wang Chuanfu Yakin 5...
Wang Chuanfu Yakin 5 Tahun Lagi BYD Akan Jadi Penguasa Pasar Otomotif
DUNLOP Hadirkan SmartCare...
DUNLOP Hadirkan SmartCare Warranty, Solusi Tenang Pengguna Ban BLUE RESPONSE TG
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Huawei Luncurkan MPV...
Huawei Luncurkan MPV Supermewah ala Rolls-Royce
Infografis
KAI KF-21 Pesawat Karya...
KAI KF-21 Pesawat Karya Indonesia Korsel dengan Teknologi Siluman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved