Lambat Urus Recall, Daimler Trucks Dihukum Rp415 Miliar

Jum'at, 01 Januari 2021 - 11:11 WIB
loading...
Lambat Urus Recall,...
Daimler Trucks gagal menangani proses recall yang telah berlangsung sejak dua tahun belakangan ini. Foto/IST
A A A
AMERIKA SERIKAT - Daimler dihukum membayar uang sejumlah USD30 juta atau setara Rp415 miliar karena gagal menangani proses recall. Disebutkan Reuters, The National Highway TRaffic Safety Administration (NHTSA) menghukum Daimler Trucks karena gagal menyelesaikan proses recall yang terjadi sepanjang 2017 dan 2018 yang melibatkan ratusan ribu truk buatan mereka. (Baca juga : MG ZS Raih 5 Bintang Uji Tabrak, Tapi Bukan Versi Indonesia )

Menurut catatan NHTSA, Daimler Trucks harus memperbaiki sebanyak 464.000 truk yang mengalami kegagalan rem kompresi. Hanya saja selama dua tahun belakangan, sejak keputusan recall berjalan efektif, Daimler sangat lambat menyelesaikan proses recall tersebut. Alhasil NHTSA merasa perlu untuk menghukum Daimler dengan denda sejumlah Rp415 juta.

Selain denda, Daimler juga diharuskan untuk melaporkan seluruh data dan informasi yang telah mereka kumpulkan selama proses perbaikan atau recall yang lambat itu dilakukan. Daimler juga diwajibkan memberikan informasi mengenai pelatihan yang sudah diberikan pada teknisi yang melakukan proses recall.

Daimler sendiri tidak melakukan perlawanan atas hukuman tersebut. Mereka menghargai keputusah yang dikeluarkan NHTSA karena lambatnya proses penanganan recall yang mereka lakukan. (Baca juga : Tesla Cybertruck Ditantang Bertarung di Ajang Offroad Resmi )

"Kami menghormati keputusan yang terjadi dan kami berupaya untuk terus membuat kendaraan yang aman, efisien dan dapat diandalkan di segmen kendaraan komersial," tulis Daimler dalam keterangan resmi mereka.

Sementara NHTSA melalui Deputy Administrator NHTSA, James Owen mengatakan sangat penting bagi setiap pabrikan untuk bertanggungjawab penuh atas proses recall yang terjadi pada mereka. "Mereka harus mengetahui pentingnya bagi pabrikan untuk melakukan proses recall dengan bertanggungjawab karena ini semua berkaitan dengan masalah keamanan," ujarnya.
(wsb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mercedes-Benz Luncurkan...
Mercedes-Benz Luncurkan eActros Lowliner, Truk Logistik Jarak Jauh
Scania Menguji Teknologi...
Scania Menguji Teknologi Vehicle-to-Grid untuk Truk Listrik
Nissan Tarik Kembali...
Nissan Tarik Kembali 70.000 Mobilnya di China, Ini Masalahnya
Isuzu Luncurkan Mobil...
Isuzu Luncurkan Mobil Komersial Pakai AC di GIICOMVEC 2026, Ini Speknya
Foton Luncurkan Double...
Foton Luncurkan Double Cabin Listrik dan 4 EV Terbaru di GIICOMVEC 2026
10 Orang Tewas, NHTSA...
10 Orang Tewas, NHTSA Selidiki Airbag Buatan China
Tolak ODOL, Ratusan...
Tolak ODOL, Ratusan Pengemudi Truk Tuntut Keadilan dan Perlindungan
Jutaan Mobil Ford Ditarik...
Jutaan Mobil Ford Ditarik Kembali, Ini Masalahnya
Dermaga Pelabuhan Merak...
Dermaga Pelabuhan Merak Rusak, Truk Antre Masuk Kapal hingga 7 Jam
Rekomendasi
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
Dirikan LBH, Jro Bima:...
Dirikan LBH, Jro Bima: Perindo Bali Harus Jadi Rumah Keadilan
Bawa Semangat Slow Fashion,...
Bawa Semangat Slow Fashion, 7 UMKM Jogja Siap Menembus Pasar Lebih Luas di INACRAFT 2026
Berita Terkini
Bentley Gunakan Suara...
Bentley Gunakan Suara Drum untuk Gantikan Suara V8 di EV Pertamanya
Geely Pamer Performa...
Geely Pamer Performa dan Inovasi di Sirkuit Mandalika, Begini Sensasinya
Pre-Book Coolray, SUV...
Pre-Book Coolray, SUV ICE Geely Pertama di Indonesia Resmi Dibuka
Dukung Implementasi...
Dukung Implementasi BBM B50, Diesel System Clean Dikenalkan
Rasakan Ragam Fitur...
Rasakan Ragam Fitur Fungsional dan Teknologi New Xforce dan New Xforce HEV
Riset Deloitte Bongkar...
Riset Deloitte Bongkar Alasan Mengapa Orang Indonesia Belum Move On dari Mobil Bensin
Infografis
Konten Kreator Muslim...
Konten Kreator Muslim asal Israel Beli Paspor Rp2 Miliar demi Masuk Malaysia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved