Gandeng Proton untuk Mobnas Dipertanyakan

Minggu, 08 Februari 2015 - 13:44 WIB
Gandeng Proton untuk...
Gandeng Proton untuk Mobnas Dipertanyakan
A A A
JAKARTA - Indonesia sejak dulu bercita-cita memiliki mobil nasional (mobnas). Namun, jalan curam menuju kemandirian industri automotif sejatinya telah bergulir sejak era pemerintahan Soeharto.

Saat itu, PT Timor Putra Nasional yang dimiliki Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto meluncurkan mobil sedan merek Timor. Proyek ini didukung kebijakan resmi pemerintah lewat Keppres dan Inpres.

Mobnas kala itu hasil kerja sama PT Timor dengan perusahaan automotif asal Korea Selatan, Kia. Mobil hanya rebadging (ganti logo) dari Kia Sephia 1995 yang dikenal dengan Timor S515.

Banyak spekulasi berpendapat Timor mungkin bisa berhasil jika tidak dijegal Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Sebab, Timor diberi fasilitas bebas pajak impor barang mewah yang membuat "gerah" Jepang dan Uni Eropa.

Meski terseok-seok, kandasnya Timor tidak lantas menyurutkan cita-cita memiliki mobnas asli Indonesia. Bahkan ada beberapa produsen lokal yang benar-benar memproduksi mobil sendiri, mereka berusaha bertahan dalam Asianusa.

Gaung mobnas pun kembali marak saat Joko Widodo (Jokowi) menjabat sebagai Walikota Solo. Presiden RI ke-7 ini mengobarkan semangat Esemka, yaitu mobil produksi PT Solo Manufaktur Kreasi yang dibangun dari tangan terampil anak-anak SMK di Solo.

Kini, Jokowi kembali menyambut program mobnas. Penandatangan MoU pengembangan mobnas ditandatangani CEO PT Adiperkasa Citra Lestari, AM Hendropriyono dengan Proton Holding Berhad, produsen automotif asal Malaysia.

Penandatanganan itu disaksikan Presiden Jokowi, Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Razak, serta penasihat Proton Mahathir Mohammad dan beberapa pejabat negara di Kompleks Industri Automotif Malaysia, Shah Alam.

Beberapa pihak mulai menanyakan motif kerja sama Proton dalam pengembangan mobnas. Anak perusahaan Lotus Cars Inggris ini dinilai belum cukup kapabel, sebab pada awalnya Proton mengadopsi teknologi dari Mitsubishi, Jepang.

Ketua Komisi I DPR RI Mahfuz Sidik bahkan menilai dari aspek politik kerja sama tersebut tidak benar. Karena Malaysia akan di atas angin, dan menganggap minor Indonesia karena mengikuti teknologi mereka.

Lantas kenapa Proton? AM Hendropriyono berujar Proton dipilih karena memiliki kedekatan budaya. "Kami yakin Proton bisa membantu melatih dan meningkatkan keahlian tenaga kerja ahli untuk pasar automotif kami," katanya belum lama ini.

Caplok teknologi dari pabrikan lain merupakan hal yang biasa di dunia automotif. Menggandeng pabrikan lain yang lebih besar merupakan langkah strategis ketimbang melakukan riset dan mengembangkan segalanya dari nol.

Sebut saja Hyundai Group yang menaungi Hyundai dan Kia. Pabrikan Korea Selatan itu berguru kepada pabrikan lain sebelum menjadi besar seperti sekarang ini.

Contoh lain yaitu Tata Motor asal India yang mengakuisisi Jaguar dan Land Rover. Perusahaan China, Zhejiang Geely Holding Group yang kini memiliki Volvo juga menerapkan teknologi caplokannya di mobil-mobil mereka.
(izz)
Berita Terkait
Keren, Mobil Nasional...
Keren, Mobil Nasional Malaysia Jadi Armada Kepolisian Kenya
Mengintip Museum Mobil...
Mengintip Museum Mobil Nasional di MotoGP Malaysia, Ada Mobil Antik hingga Proton dan Perodua
Berkat China, Mobil...
Berkat China, Mobil Nasional Malaysia Cetak Rekor Penjualan
2020 Mau Beli Nmax?...
2020 Mau Beli Nmax? Tanggung, Nambah Rp3 Juta udah Bisa Beli Mobil Asal Malaysia Ini!
Benar-Benar Ajib, Proton...
Benar-Benar Ajib, Proton Besut Mobil Anti-Virus Corona
Mahathir Mohamad Genap...
Mahathir Mohamad Genap 100 Tahun: Penyelamat Krisis 1997 hingga Cetuskan Mobil Nasional Proton
Berita Terkini
Penggunaan AI Melesat...
Penggunaan AI Melesat Sebabkan Harga Mobil Naik Signifikan
Hobi Gila Aquaman Jason...
Hobi Gila Aquaman Jason Momoa: Bikin Mobil Klasik Jadi Listrik hingga Koleksi Harley Jadul
Mengapa Ferrari Nekat...
Mengapa Ferrari Nekat Bikin Mobil Listrik Saat Lamborghini dan Pagani Menolak Keras?
Audi Nuvolari Supercar...
Audi Nuvolari Supercar Hybrid V8 dengan 987 HP, Penerus Spiritual R8
BYD Umumkan Akan Jualan...
BYD Umumkan Akan Jualan Robot Humanoid lewat Dealer Mobil
Industri Otomotif China...
Industri Otomotif China Mulai Meninggalkan Masa Keemasan dan Memilih Perang AI
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved