Toyota Komitmen Pangkas Harga Mirai

Senin, 09 Maret 2015 - 21:55 WIB
Toyota Komitmen Pangkas...
Toyota Komitmen Pangkas Harga Mirai
A A A
GENEVA - Toyota Motor Corp (TMC) akan terus menekan harga jual Mirai agar lebih terjangkau. Alasannya sederhana, dengan banderol mencapai USD57,5 ribu, Mirai dipastikan akan kalah bersaing dalam hal penjualan dibandingkan mesin bensin dan diesel.

General Manager divisi pengembangan sel bahan bakar TMC, Katsuhiko Hirose, mengutarakan, agar kompetitif, harga jual mobil listrik bertenaga hidrogen ini harus ditekan hingga setara dengan harga mobil diesel modern.

"Kami menargetkan sampai ke tingkat yang sama dengan mesin diesel particulate filter," kata Hirose. Tapi untuk hal ini, sambungnya, harga jual tetap lebih mahal dari diesel dengan biaya perawatan, seperti dikutip dari Autonews, Senin (9/3/2015).

Kandati memiliki patokan ideal mengenai harga jual. Hirose meyakinkan, teka-teki terbesar bukan banderol yang ditawarkan, melain kapan dapat direalisasikan. Sebab ada dua faktor yang sangat mempengaruhi harga, yaitu bahan baku dan teknologi.

"Itu adalah pertanyaannya. Tekanan besar untuk mengurangi biaya datang dari Presiden TMC," kata Hirose. "Kami mengatakan, ini mungkin memakan waktu 15 tahun." Kata dia, 'Anda dapat melakukannya dari setengah waktu tersebut," imbuh Hirose.

Hirose yang juga berada di tim engineering Toyota Prius, mengatakan, waktu transisi untuk penerimaan pasar secara luas butuh waktu antara 10-15 tahun. Hal ini sesuai dengan penerimaan pasar terhadap teknologi hibrid yang kala itu termasuk baru.

Sedikit berbeda, dia berpendapat masalah ketersediaan pompa pengisian bahan bakar bukan kendala utama. Sebab Mirai mampu berjalan hingga 310 mil, sehingga mobil nol emisi ini tidak memerlukan terlalu banyak saat masa transisi tersebut.

Toyota mendorong penggunaan tenaga hidrogen lantaran pertumbuhan kendaraan global yang makin naik. "Dengan pasar baru seperti China dan Brazil yang tumbuh pesat, jumlah mobil dapat meningkat dua kali lipat dalam satu dekade," imbuhnya.

"Bagaimana kami dapat menyediakan mobilitas berkelanjutan untuk masa depan? Toyota selalu berpikir untuk membuat bisnis terus ada sampai abad berikutnya. Untuk membuat mobilitas yang berkelanjutan, kita harus lepas landas dari bahan bakar fosil," pungkas Hirose.
(dol)
Berita Terkait
Sejarah Toyota dan Makna...
Sejarah Toyota dan Makna Logo Ovalnya yang Khas
Perbedaan Avanza dan...
Perbedaan Avanza dan Calya, Yuk Simak Penjelasan Berikut Ini!
Toyota Siap Hadirkan...
Toyota Siap Hadirkan Hilux Bertenaga Hybrid
Toyota Daftarkan Paten...
Toyota Daftarkan Paten Transmisi Manual untuk Mobil Listrik
Toyota FJ Cruiser Edisi...
Toyota FJ Cruiser Edisi Terakhir Resmi Beredar di Timur Tengah
Semikonduktor Menipis,...
Semikonduktor Menipis, 2 Pabrik Toyota di Jepang Berhenti Produksi Bulan Depan
Berita Terkini
Industri Otomotif Bakal...
Industri Otomotif Bakal Sekarat, Ini Risiko yang Mengintai AS Terkait Tarif Impor
4 jam yang lalu
Tarif Impor Baru AS...
Tarif Impor Baru AS Diberlakukan, Hyundai Menang Telak
6 jam yang lalu
Ducati Desmo450 MX Mesin...
Ducati Desmo450 MX Mesin 1 Silender 449cc dengan Bobot Ringan
8 jam yang lalu
Tarif Impor Baru AS...
Tarif Impor Baru AS Bakal Kubur Niat Orang Beli Mobil Baru
9 jam yang lalu
BYD Salip Tesla di Eropa,...
BYD Salip Tesla di Eropa, Penjualan di Q1 2025 Naik 60 Persen
10 jam yang lalu
Toyota GR Supra Final...
Toyota GR Supra Final Edition Bakal Jadi Model Perpisahan
10 jam yang lalu
Infografis
Harga Cabai Rawit Merah...
Harga Cabai Rawit Merah Rp100.000 per Kg, Wamendag Salahkan Cuaca
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved