Bakal Ditambah, Lampu Lalu Lintas Cerdas Berbasis ITS Tetap Perlu Dievaluasi

Minggu, 09 Juli 2023 - 20:37 WIB
Baca juga : Digelar Setelah Pilpres, IIMS 2024 Siap Bawa Artis Internasional

Dari situ para pakar transportasi dan anggota DPRD DKI Jakartta berharap adanya evalusia terlebih dulu sebelum jumlah lampu lalu lintas cerdas ditambah. Hal ini agar masyarakat memperoleh pengetahuan yang lebih jelas mengenai pelaksanaan dan dampak dari penerapan sistem ini, apakah dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam hal ini bisa mengurangi kemacetan dan layak diterapkan di semua simpang di DKI Jakarta.

Jangan sampai penerapan sistem tersebut tidak teruji dengan kondisi lalu lintas riil yang ada di DKI Jakarta dan akhirnya menimbulkan masalah baru. Apalagi anggaran yang digunakan untuk penerapan teknologi ini di 20 simpang sebesar Rp78 miliar dan rencana penambahan untuk 40 simpang sebesar Rp130 miliar.

Dr Ilham Malik, Section Head of Monitoring and Evaluation Intelligent Transportation System Association of Indonesia (ITS Indonesia), menyatakan bahwa tingkat derajat kejenuhan di simpang-simpang tersebut masih tinggi terutama di jam-jam puncak lalu lintas.

“Sangat perlu dievaluasi sampai sejauh mana pemanfaatan sistem tersebut di 20 simpang yang ada sebelum ditambahkan lagi hingga 40 simpang. Karena setiap implementasi teknologi baru harus teruji secara komprehensif sebelum diputuskan efektif atau tidak implementasi tersebut,” ujar Dr Ilham Malik.

Keinginan yang sama juga dirasakan oleh Ketua Forum Transportasi Perkotaan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Dr Budi Yulianto. Dia mengatakan bahwa data kepadatan lalu lintas yang digunakan kemungkinan berasal dari data historis pengguna Google dan bukan data aktual di persimpangan sehingga proses entry data dilakukan secara manual dan tidak secara otomatis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!