Keren! Siswa SMK Malang Ciptakan Mobil dan Motor Listrik

Selasa, 19 Desember 2023 - 19:03 WIB
Menurutnya, dari riset itu siswa-siswanya mampu memproduksi tiga tipe kendaraan listrik yakni untuk tipe mobil angkut wisata, mobil jeep, hingga sepeda motor listrik. Tapi riset yang dilakukan sebelum berhasil merakit kendaraan listrik disebut Sodiq cukup lama dengan banyak tantangan.

"Risetnya lama dua tahunan, riset kita utamakan, terutama tentang baterai, karena yang utama baterai dan juga motor listriknya, kita akan belajar banyak studi tiru ke tempat-tempat lain bagaimana cara produksinya mungkin tahun ini kita riset. Di tahun depan kita mulai merakit dan mencoba untuk memproduksi sendiri," katanya.

Dari hasil riset itu, siswa-siswanya mampu memproduksi tiga tipe kendaraan listrik, mulai dari mobil angkut berbentuk seperti carry untuk transportasi wisata, mobil jeep wisata, hingga empat unit sepeda motor listrik beragam bentuk. Di mana dua di antaranya merupakan modifikasi, dari sepeda motor mesin matic dan satu lagi dari motor bebek.

Baca Juga: Jokowi Beri Mobil Listrik untuk SMK Negeri 2 Palembang

"Kalau baterainya itu yang motor dulu 72 volt, menggunakan mesin 4.000 watt, itu nanti bisa digunakan sampai sekitar 40 kilometer. Kalau yang mobil carry angkut ini dia pakai baterai kayak baterai aki biasa, kalau yang mobil jeep sudah lithium-ion. Kalau yang baterai biasa ini 24 volt dirakit digabung jadi enam baterai jadi satu," katanya.

Perbedaan antara penggunaan baterai aki biasa dan baterai lithium-ion disebutnya, lebih tahan lama pada baterai lithium-ion. Di mana khusus untuk motor listrik memiliki waktu pengisian hingga dua jam, pada daya listrik di rumah 900 watt.

"Untuk yang mobil (pengisian daya) sekitar 3 sampai 4 jam, untuk sepeda motor hiss dipakai 50 sampai 60 kilometer, kalau mobil baru sampai 30-an kilometer, karena masih pengembangan terus. Kalau litium lebih lama dan kapasitasnya, meskipun ukurannya kecil kapasitasnya lebih besar, dan penyimpanannya juga lebih banyak," tuturnya.

Sayangnya, baterai-baterai ini kata dia, masih dibeli dari yang sudah beredar di pasaran. Sebab komponen baterai memang masih bergantung dari produksi luar negeri, sehingga pihaknya masih kesulitan memproduksi baterai untuk mobil listrik sendiri.

"Kalau dari produk lokal kami kira yang enggak bisa disupport terutama dari baterai, dan juga controller baterainya. (Baterai mobil listrik) belum bisa produksi sendiri, setahu kami di Indonesia belum ada produksi baterai untuk mobil listrik," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!