Mengapa Uji Tabrak Mobil Menggunakan Kecepatan 64 Km bukan 120 Km?
Senin, 25 Maret 2024 - 22:05 WIB
Baca Juga: Toyota Dominasi Ajang Penghargaan Uji Tabrak di ASEAN
“Kecepatan pengujian kami menangkap kecepatan menengah dari kecelakaan di dunia nyata, di mana kami mengetahui ada cedera serius dan parah,” ujar Arbelaez. "Ada kecelakaan yang lebih parah, tapi kami fokus pada kecelakaan yang lebih umum".
Lembaga tersebut menyajikan gambar dari uji tabrak yang dilakukan pada Honda CR-V pada kecepatan 64 km/jam dan pada kecepatan 80 km/jam, tidak menunjukkan perbedaan tingkat kerusakan yang signifikan. Arbelaz menjelaskan, tabrakan dengan kecepatan tinggi justru dapat menyebabkan produksi mobil yang kurang memberikan perlindungan bagi penumpang.
Baca Juga: Uji Tabrak, Daihatsu Xenia Raih Bintang 3 ASEAN NCAP
“Ada beberapa konsekuensi yang tidak diinginkan terkait dengan hal ini, termasuk penurunan keselamatan pada kecelakaan dengan tingkat keparahan lebih rendah,” ujar Arbelaz.
“Kecepatan pengujian kami menangkap kecepatan menengah dari kecelakaan di dunia nyata, di mana kami mengetahui ada cedera serius dan parah,” ujar Arbelaez. "Ada kecelakaan yang lebih parah, tapi kami fokus pada kecelakaan yang lebih umum".
Lembaga tersebut menyajikan gambar dari uji tabrak yang dilakukan pada Honda CR-V pada kecepatan 64 km/jam dan pada kecepatan 80 km/jam, tidak menunjukkan perbedaan tingkat kerusakan yang signifikan. Arbelaz menjelaskan, tabrakan dengan kecepatan tinggi justru dapat menyebabkan produksi mobil yang kurang memberikan perlindungan bagi penumpang.
Baca Juga: Uji Tabrak, Daihatsu Xenia Raih Bintang 3 ASEAN NCAP
“Ada beberapa konsekuensi yang tidak diinginkan terkait dengan hal ini, termasuk penurunan keselamatan pada kecelakaan dengan tingkat keparahan lebih rendah,” ujar Arbelaz.
Lihat Juga :