Begini Dampak BBM dengan Sulfur Tinggi Seperti Pertamax dan Pertalite Terhadap Mesin Mobil
Jum'at, 29 November 2024 - 10:49 WIB
Kandungan sulfur yang tinggi memiliki dampak negatif terhadap mesin. Endapan sulfat membentuk kerak pada ruang bakar, katup, dan injektor, mengganggu pembakaran dan efisiensi mesin. “Juga membuat kendaraan menjadi tidak ramah lingkungan,” ujar Rachmat.
Kerak: Endapan sulfat dapat menumpuk dan membentuk kerak pada ruang bakar, katup, dan injektor, mengganggu proses pembakaran dan mengurangi efisiensi mesin.
Boros bahan bakar: Pembakaran yang tidak efisien akibat kerak membuat konsumsi BBM meningkat.
Emisi gas buang meningkat: Kerusakan catalytic converter menyebabkan emisi gas buang berbahaya seperti karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (NOx), dan hidrokarbon (HC) meningkat, mencemari lingkungan.
Berikut dampak BBM dengan sulfur tinggi seperti Pertamax dan Pertalite pada mobil:
1. Kerusakan Mesin:
Korosi: Sulfur dioksida (SO2) hasil pembakaran bereaksi dengan air di mesin membentuk asam sulfat yang korosif. Asam ini dapat merusak komponen logam seperti piston, silinder, ring piston, dan sistem pembuangan.Kerak: Endapan sulfat dapat menumpuk dan membentuk kerak pada ruang bakar, katup, dan injektor, mengganggu proses pembakaran dan mengurangi efisiensi mesin.
2. Penurunan Performa Mesin:
Mesin tersendat/brebet: Kerak dan endapan pada injektor menghambat aliran bahan bakar, menyebabkan mesin tersendat, kehilangan tenaga, dan sulit dihidupkan.Boros bahan bakar: Pembakaran yang tidak efisien akibat kerak membuat konsumsi BBM meningkat.
Emisi gas buang meningkat: Kerusakan catalytic converter menyebabkan emisi gas buang berbahaya seperti karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (NOx), dan hidrokarbon (HC) meningkat, mencemari lingkungan.
Lihat Juga :