BMW Ogah Nurutin Tren EV? Pilih Hidrogen & Bensin, Berani Lawan Arus?

Sabtu, 17 Mei 2025 - 08:31 WIB
Negara-negara lain seperti Amerika Serikat juga tidak lagi bersedia membiayai pembelian EV yang lebih mahal dengan subsidi pajak sebesar USD7.500 per mobil (Rp120.000.000). Eropa juga mengalami tingkat minat yang berbeda-beda.

“Perbedaannya terlalu signifikan, bahkan di dalam Eropa,” ujar Zipse, yang penjualan EV global perusahaannya sendiri tumbuh sebesar 14% menjadi lebih dari 426.500 kendaraan di seluruh merek BMW, Mini, dan Rolls-Royce.

Baca Juga: Harga Rp2,2 Miliar Off The Road! BMW i5 Touring Mobil Listrik Paling Mahal, Mewah, dan Kalcer di PEVS 2025!

Pernyataan Oliver Zipse ini seolah menjadi babak baru dalam masa depan industri otomotif.

Bagaimana dengan Indonesia? Penjualan mobil listrik BMW di Indonesia pada 2024 mengalami peningkatan signifikan. BMW berhasil menempati pangsa pasar 57% di segmen mobil listrik premium.

Secara khusus, model BMW iX1 terjual 296 unit, Mini Cooper EV 137 unit, dan Mercedes-Benz EQS 9 unit. Penjualan mobil listrik BMW juga naik 40% pada semester pertama 2024(Januari-Juni).
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!