BMW Ogah Nurutin Tren EV? Pilih Hidrogen & Bensin, Berani Lawan Arus?
Sabtu, 17 Mei 2025 - 08:31 WIB
“Keterbukaan teknologi berarti mengikuti pasar, karena pasar berkembang, tetapi tidak dengan kecepatan yang sama,” tegas CEO Oliver Zipse. “E-mobilitas sebagai satu-satunya teknologi mengarah pada jalan buntu. Itu seharusnya sudah jelas sekarang.”
Sekitar lima tahun lalu, Mercedes-Benz, Volkswagen, dan Volvo mengumumkan target-target mengenai seberapa cepat mereka akan beralih ke EV. Tapi ternyata, perkembangan EV tidak secepat yang diprediksi.
Keengganan BMW untuk sepenuhnya mengikuti tren EV membuat para rival seperti mantan CEO VW Herbert Diess mengkritik perusahaan tersebut karena memperlambat kemajuan.
BMW pesimis terhadap EV setelah perusahaan gagal lewat i3, mobil listrik kecil untuk penggunaan di dalam kota yang diluncurkan pada 2013. Meskipun menampilkan bodi serat karbon, mobil yang diharapkan menjadi trendsetter berakhir jadi kegagalan finansial.
Para pesaing BMW telah menggelontorkan miliaran dolar untuk pengembangan arsitektur khusus yang mampu membangun berbagai macam EV dalam berbagai bentuk dan ukuran secara ekonomis—seperti EVA2 di Mercedes-Benz dan platform MEB milik Volkswagen.
Namun, hasilnya mengecewakan. Merek-merek Eropa itu kesulitan menjelaskan keuntungan teknologi tersebut kepada pelanggan mereka. Para produsen mobil mengeluhkan masih banyaknya mitos populer seputar EV yang perlu diluruskan.
Di sisi lain, pasar EV China, yang merupakan yang terbesar di dunia, semakin menutup diri dari merek-merek Barat. Bahkan Tesla turun ke posisi kedelapan bulan lalu, dari posisi ketiga pada tahun 2024.
Sekitar lima tahun lalu, Mercedes-Benz, Volkswagen, dan Volvo mengumumkan target-target mengenai seberapa cepat mereka akan beralih ke EV. Tapi ternyata, perkembangan EV tidak secepat yang diprediksi.
Keengganan BMW untuk sepenuhnya mengikuti tren EV membuat para rival seperti mantan CEO VW Herbert Diess mengkritik perusahaan tersebut karena memperlambat kemajuan.
BMW pesimis terhadap EV setelah perusahaan gagal lewat i3, mobil listrik kecil untuk penggunaan di dalam kota yang diluncurkan pada 2013. Meskipun menampilkan bodi serat karbon, mobil yang diharapkan menjadi trendsetter berakhir jadi kegagalan finansial.
Para pesaing BMW telah menggelontorkan miliaran dolar untuk pengembangan arsitektur khusus yang mampu membangun berbagai macam EV dalam berbagai bentuk dan ukuran secara ekonomis—seperti EVA2 di Mercedes-Benz dan platform MEB milik Volkswagen.
Namun, hasilnya mengecewakan. Merek-merek Eropa itu kesulitan menjelaskan keuntungan teknologi tersebut kepada pelanggan mereka. Para produsen mobil mengeluhkan masih banyaknya mitos populer seputar EV yang perlu diluruskan.
Di sisi lain, pasar EV China, yang merupakan yang terbesar di dunia, semakin menutup diri dari merek-merek Barat. Bahkan Tesla turun ke posisi kedelapan bulan lalu, dari posisi ketiga pada tahun 2024.
Lihat Juga :