Perang Harga Mobil Dinilai Tak Efektif, Bikin Kualitas Dipertanyakan
Minggu, 13 Juli 2025 - 21:57 WIB
Suzuki Jimny 5 Pintu di IIMS 2024. FOTO/ DOK SINDOnews
JAKARTA - Perang harga mobil mulai terjadi di Indonesia yang dilakukan produsen China dan mulai diikuti brand Jepang. Mereka menurunkan harga sejumlah model, mulai dari puluhan juta rupiah hingga ratusan juta rupiah.
BACA JUGA - Anti-Virus Corona, Mobil Terbaru Besutan Malaysia Gunakan Filter N95
Cara tersebut dinilai cukup efektif untuk strategi jangka pendek, tapi tidak untuk jangka panjang. Cara ini juga bisa berdampak pada nilai brand tersebut dan konsumen akan mempertanyakan kualitas dari produk tersebut.
"Untuk jangka pendek mungkin iya (efektif), tapi untuk jangka panjang tidak (efektif). Kalau strategi harga dalam bentuk sales program menurut kami bisa dilakukan, tapi kalau untuk pangkas harga, kita bisa baca sendiri lah literasinya soal apa yang terjadi di pasar domestik sana dan bagaimana kekhawatiran mereka soal kualitas," kata Donny Saputra selaku Deputy Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), di Jakarta, belum lama ini.
BACA JUGA - Anti-Virus Corona, Mobil Terbaru Besutan Malaysia Gunakan Filter N95
Cara tersebut dinilai cukup efektif untuk strategi jangka pendek, tapi tidak untuk jangka panjang. Cara ini juga bisa berdampak pada nilai brand tersebut dan konsumen akan mempertanyakan kualitas dari produk tersebut.
"Untuk jangka pendek mungkin iya (efektif), tapi untuk jangka panjang tidak (efektif). Kalau strategi harga dalam bentuk sales program menurut kami bisa dilakukan, tapi kalau untuk pangkas harga, kita bisa baca sendiri lah literasinya soal apa yang terjadi di pasar domestik sana dan bagaimana kekhawatiran mereka soal kualitas," kata Donny Saputra selaku Deputy Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), di Jakarta, belum lama ini.
Lihat Juga :