Perang Harga Mobil Dinilai Tak Efektif, Bikin Kualitas Dipertanyakan

Minggu, 13 Juli 2025 - 21:57 WIB
Donny juga menjelaskan Suzuki sudah berada di Indonesia selama 50 tahun dan ingin tetap mempertahankan kualitas mereka yang sudah melekat di masyarakat Indonesia. Sehingga, memangkas harga akan membuat konsumen bisa meragukan kualitas yang diberikan Suzuki.

"Yang kami ingin jaga adalah kami sudah ada di Indonesia dari tahun 70-an, untuk menjaga nama baik Suzuki dengan produk kredibel, valuable dan durable, kami fokus ke hal-hal tersebut," tuturnya.

Seperti diketahui, sejumlah brand seperti Chery, Jetrour, MG, bahkan Honda melakukan pemangkasan harga. Padahal, model tersebut mendapat sejumlah pembaruan fitur dan teknologi, yang biasanya harganya akan jauh lebih mahal.

Misal Honda HR-V, yang sebelumnya memiliki trim tertinggi RS Turbo dijual Rp551 juta, kini dengan varian hybrid sebagai yang tertinggi, yakni HR-V RS e:HEV, dijual Rp488 juta. Padahal, mobil hybrid dilengkapi motor listrik dan baterai yang seharusnya menambah ongkos produksi.

Kendati begitu, mobil hybrid terbaru yang ditawarkan Honda sudah masuk dalam daftar insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) sebesar 3 persen. Sehingga ini berpengaruh terhadap harga jual produk tersebut.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!