Hyundai Juali Rugi Ioniq 6 N: Saat Gengsi Lebih Penting dari Laba
Rabu, 16 Juli 2025 - 17:25 WIB
Hyundai Ioniq 6 N, sebuah sedan listrik yang lahir bukan dari kalkulasi bisnis, melainkan dari hasrat murni para insinyur. Foto: Hyundai
KOREA SELATAN - Di dunia otomotif modern yang didikte oleh margin keuntungan dan efisiensi produksi, sebuah keputusan "gila" datang dari Hyundai. Saat para rivalnya sibuk menghitung setiap sen, raksasa Korea Selatan ini justru memberikan cek kosong kepada para insinyurnya untuk satu misi: ciptakan mobil listrik sport paling brutal dan menyenangkan, tak peduli berapa pun biayanya.
Hasilnya adalah Hyundai Ioniq 6 N, sebuah sedan listrik yang lahir bukan dari kalkulasi bisnis, melainkan dari hasrat murni para insinyur. Ini adalah sebuah proyek idealis, sebuah pernyataan sikap bahwa terkadang, "gengsi" dan "sensasi" jauh lebih penting daripada sekadar angka di laporan keuangan.
Filosofi "Lakukan Saja!" dari Ruang Rapat
Di balik setiap mobil baru, biasanya ada puluhan rapat tentang studi kelayakan bisnis. Namun, untuk Ioniq 6 N, aturannya berbeda. Manfred Harrer, Kepala Unit Pengembangan Teknologi Performa Hyundai, secara blak-blakan mengakui bahwa mobil ini tidak dirancang untuk menjadi mesin pencetak uang.
"Ini adalah volume (penjualan) yang kecil, dan kami juga mencapai batas terkait keterjangkauan bagi basis pelanggan dan penggemar kami. Kami tahu ini," ujar Harrer.
Hasilnya adalah Hyundai Ioniq 6 N, sebuah sedan listrik yang lahir bukan dari kalkulasi bisnis, melainkan dari hasrat murni para insinyur. Ini adalah sebuah proyek idealis, sebuah pernyataan sikap bahwa terkadang, "gengsi" dan "sensasi" jauh lebih penting daripada sekadar angka di laporan keuangan.
Filosofi "Lakukan Saja!" dari Ruang Rapat
Di balik setiap mobil baru, biasanya ada puluhan rapat tentang studi kelayakan bisnis. Namun, untuk Ioniq 6 N, aturannya berbeda. Manfred Harrer, Kepala Unit Pengembangan Teknologi Performa Hyundai, secara blak-blakan mengakui bahwa mobil ini tidak dirancang untuk menjadi mesin pencetak uang."Ini adalah volume (penjualan) yang kecil, dan kami juga mencapai batas terkait keterjangkauan bagi basis pelanggan dan penggemar kami. Kami tahu ini," ujar Harrer.
Lihat Juga :