Sedihnya Pasar Mobil Bensin: Terjepit di Antara Mobil Listrik Sultan dan Serbuan Mobil Bekas

Rabu, 27 Agustus 2025 - 15:02 WIB
Fenomena ini menciptakan pukulan ganda bagi pasar mobil bensin baru. Basis konsumen terbesarnya kini lebih memilih untuk membeli mobil bekas yang bebas dari pajak pembelian awal yang memberatkan.

Sebuah Pergeseran yang Tak Terhindarkan?

Pemerintah, melalui Mahardi Tunggul Wicaksono, memandang ini sebagai sebuah keberhasilan.

“Hal ini mencerminkan adanya pergeseran preferensi konsumen menuju kendaraan yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” kata Tunggul.

Namun, data dan analisis dari Gaikindo menunjukkan bahwa pergeseran ini bukan murni soal preferensi "hijau", melainkan juga didorong oleh realitas ekonomi yang pahit.

Pada akhirnya, pasar mobil bensin tidak sekadar "tergerus" oleh mobil listrik. Ia sedang terjepit dalam sebuah krisis identitas yang kompleks.

Basis konsumen loyalnya di kelas menengah sedang berjuang, sementara segmen kelas atasnya telah terpikat oleh pesona teknologi baru yang disubsidi besar-besaran.

Ini bukan lagi sekadar pertarungan antara bensin dan listrik; tapi cerminan dari kesenjangan ekonomi yang semakin melebar di jalanan Indonesia.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!