Bola Panas Insentif Motor Listrik: Nasib Digantung, Wamenperin Lempar ke Menkeu

Rabu, 24 September 2025 - 21:30 WIB
Bahkan, anggaran yang dibutuhkan untuk sisa tahun ini terbilang kecil untuk skala negara.

"Setelah disampaikan angkanya tak besar seperti yang disampaikan, kira-kira Rp250 miliar (anggarannya). Kan jadi tidak terlalu besar jadi akhirnya beliau (Menkeu) memahami," ungkap Faisol beberapa waktu lalu.

Angka yang relatif kecil ini membuat penundaan terasa semakin janggal dan memicu kritik. Jika anggaran bukan masalah dan persetujuan lintas kementerian sudah dikantongi, apa sebenarnya yang menghambat pencairan insentif ini?

Industri Menjerit, Penjualan Tertahan

Di satu sisi, pemerintah terus mendorong adopsi kendaraan listrik untuk mencapai target emisi. Namun di sisi lain, kebijakan insentif yang menjadi "nyawa" bagi para produsen untuk mendongkrak penjualan justru dibiarkan menggantung.

Program subsidi periode sebelumnya telah berakhir pada akhir tahun fiskal 2024. Sejak awal 2025, para produsen motor listrik telah menyuarakan permintaan agar kebijakan ini segera dilanjutkan. Tanpa insentif, harga motor listrik menjadi kurang kompetitif, dan target penjualan yang dicanangkan bisa jadi hanyaangan-angan.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!