Jurang Depresiasi: Harga Mobil Listrik Bekas Anjlok 35-60%, Bensin Stabil di 10-15% Per Tahun

Rabu, 01 Oktober 2025 - 07:33 WIB

"Depresiasi Tinggi": Momok Menakutkan Bagi Pemilik Mobil Listrik

Akar dari keengganan pasar mobil bekas untuk sepenuhnya memeluk EV terletak pada satu kata yang menakutkan bagi setiap pemilik kendaraan: depresiasi atau penyusutan nilai.

Data di platform OLX menunjukkan jurang yang menganga lebar:

ICE & HEV (Bensin & Hybrid): Rata-rata depresiasi berkisar 10% - 15% per tahun.

BEV (Listrik Murni): Rata-rata depresiasi anjlok secara brutal di angka 35% - 60% per tahun.

Angka ini adalah alarm keras. Seseorang yang membeli mobil listrik bisa kehilangan lebih dari separuh nilai mobilnya hanya dalam satu tahun.

Mengapa ini terjadi? Ada dua alasan utama:

Perang Teknologi dan Harga: Produsen EV berlomba-lomba meluncurkan model baru dengan teknologi lebih canggih dan harga semakin kompetitif, membuat model lama langsung terasa usang dan tidak menarik.

Tembok Pembiayaan: Konsumen mobil bekas di Indonesia sangat bergantung pada perusahaan pembiayaan (leasing). Sayangnya, "hampir tidak ada perusahaan pembiayaan yang mau membiayai kendaraan BEV bekas," ungkap laporan tersebut. Tanpa dukungan pembiayaan, pasar mobil listrik bekas menjadi sangat terbatas.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!