Kisah Dua Takdir: BMW Global Pangkas Proyeksi Laba 2025, BMW Indonesia Justru Cetak Rekor Penjualan

Rabu, 08 Oktober 2025 - 11:23 WIB
Return on Capital Employed (ROCE) untuk bisnis otomotif dipangkas menjadi 8% hingga 10%, dari sebelumnya di rentang 9% hingga 13%.

Arus Kas Bebas (Free Cash Flow) diproyeksikan turun drastis menjadi di atas 2,5 miliar euro, atau anjlok hampir 50% dari asumsi awal sebesar 5 miliar euro. Penurunan ini disebabkan oleh penundaan pembayaran restitusi bea cukai ke tahun 2026.

Pasar merespons negatif berita ini, dengan saham BMWG tercatat melemah 2,02%. Meskipun demikian, perusahaan menyatakan tetap berkomitmen pada rasio pembayaran dividen di level 30% hingga 40% dan melanjutkan program pembelian kembali saham (share buyback).

Pesta di Pasar Domestik: Dominasi Absolut di Indonesia

Berbanding terbalik 180 derajat, BMW Group Indonesia mengumumkan pencapaian luar biasa pada Kuartal I 2025. Perseroan berhasil mencatatkan penjualan sebanyak 835 unit, meningkat 7,7% secara tahunan (year-on-year).

Angka ini mengukuhkan posisi BMW sebagai pemimpin absolut dengan penguasaan 57% pangsa pasar di segmen mobil premium Indonesia.

Dominasi tersebut bahkan lebih kuat di segmen kendaraan listrik (EV) premium, di mana model seperti BMW iX dan MINI Electric berhasil merebut 64% pangsa pasar. Kinerja impresif ini juga sejalan dengan tren di kawasan Asia, yang mencatat pertumbuhan penjualan tertinggi sepanjang sejarah sebesar 13% di 14 pasar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!