Dari Xiaomi SU7 hingga Off-road Gunung: Teknologi Lampu AES Unjuk Gigi

Kamis, 20 November 2025 - 09:02 WIB
Hasilnya, menurut laporan, peningkatan visibilitas cukup signifikan, terutama pada jalur padat kendaraan. Uji jalan ini menegaskan peran lampu aftermarket kualitas tinggi dalam menyokong keselamatan berkendara di kota besar.

Jejelogy: Menguji AES di Medan Off-road Guangzhou

Jejelogy menghadapi skenario berbeda: jalur pegunungan dengan medan ekstrem. Produk AES dipasang pada Tank 300, kendaraan off-road populer di China.

Jejelogy diuji di tanjakan curam, jalur berbatu, hingga jalan berlubang gelap. Kesan utama dari pengujian adalah kemampuan lampu AES menjaga visibilitas di titik-titik tersulit yang biasanya menyulitkan lampu bawaan pabrik.

Ia menyebut pengalaman ini sebagai bukti bahwa produk AES tidak hanya kuat di aspal perkotaan, tetapi juga tangguh di jalur petualangan.

Dengan distribusi ke 110 negara, 100 paten, dan sertifikasi internasional kelas premium, AES berada pada posisi pemain besar di industri pencahayaan otomotif. Portofolio lengkap mulai dari bi-LED hingga laser menunjukkan orientasi perusahaan pada masa depan lampu pintar dan efisien.

Masuknya AES melalui BullAES ke Indonesia juga terjadi saat kesadaran masyarakat terhadap keselamatan malam meningkat. Pasar kendaraan yang besar—lebih dari 20 juta sepeda motor dan mobil aktif setiap hari—membuka ruang bagi teknologi lampu yang lebih presisi dan tidak menyilaukan.

Investasi internal perusahaan pada layanan OEM/ODM juga memberi sinyal bahwa AES berorientasi jangka panjang, bukan sekadar bermain di pasar ritelmodifikasi.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!