Sinyal Kuat Honda: Super One Mulai Cicipi Aspal dan Macet Jakarta, Siap Tantang Dominasi Mobil Listrik China?
Jum'at, 28 November 2025 - 10:54 WIB
Honda ingin menstimulasi seluruh indera pengemudi—penglihatan, pendengaran, dan rasa getaran—agar tidak terasa "hampa" saat berkendara.
Secara spesifikasi, Honda memang masih menutup rapat angka tenaga kuda dan kapasitas baterai. Namun, jejak rekamnya sudah terlihat saat versi konsepnya, Super EV Concept, melesat di lintasan legendaris Goodwood Festival of Speed di Inggris pada Juli 2025, serta sempat dipajang di GIIAS 2025 Agustus lalu.
Honda berencana memulai produksi massal berbasis Super-ONE Prototype di Jepang mulai tahun 2026.
Setelah itu, model ini akan diekspor atau diproduksi di pasar dengan permintaan EV kompak yang tinggi, termasuk Inggris dan negara-negara Asia Tenggara.
Jika lolos uji jalan di Indonesia—yang terkenal dengan kondisi jalan menantang—besar kemungkinan Super One akan menjadi andalan HondadiIndonesia.
Peta Persaingan dan Rencana Masa Depan
Langkah Honda ini dinilai sangat strategis. Di saat pasar EV Indonesia dibanjiri produk China yang mengandalkan harga murah dan fitur gimmick, Honda masuk dengan pendekatan "emosional" dan kualitas berkendara.Secara spesifikasi, Honda memang masih menutup rapat angka tenaga kuda dan kapasitas baterai. Namun, jejak rekamnya sudah terlihat saat versi konsepnya, Super EV Concept, melesat di lintasan legendaris Goodwood Festival of Speed di Inggris pada Juli 2025, serta sempat dipajang di GIIAS 2025 Agustus lalu.
Honda berencana memulai produksi massal berbasis Super-ONE Prototype di Jepang mulai tahun 2026.
Setelah itu, model ini akan diekspor atau diproduksi di pasar dengan permintaan EV kompak yang tinggi, termasuk Inggris dan negara-negara Asia Tenggara.
Jika lolos uji jalan di Indonesia—yang terkenal dengan kondisi jalan menantang—besar kemungkinan Super One akan menjadi andalan HondadiIndonesia.
(dan)
Lihat Juga :