Jetour T2 Resmi Mengaspal: Antara Tren SUV Kotak dan Ujian Loyalitas Konsumen Indonesia

Minggu, 01 Februari 2026 - 10:27 WIB
Sementara untuk pilihan warna "eksklusif" seperti Electroplated Green dan Highway Gray, konsumen harus merogoh kocek tambahan Rp 10.000.000.

Harga ini menempatkan T2 di posisi yang "nanggung" namun strategis. Ia lebih mahal dari SUV kompak, namun jauh di bawah SUV premium Eropa. Keberanian memberikan garansi tanpa batas kilometer selama enam tahun adalah "senjata" untuk meredam skeptisisme konsumen terhadap daya tahan mesin asal China.

President Director PT Jetour Sales Indonesia, Peter Zhang, menegaskan bahwa momen ini adalah realisasi komitmen. "Momen ini menjadi indikator awal penerimaan pasar sekaligus validasi roadmap 2026 kami yang berfokus pada pertumbuhan berkelanjutan," ujarnya.

Namun, tantangan sesungguhnya adalah bagaimana menjaga nilai jual kembali (resale value) dan ketersediaan suku cadang setelah masa free maintenance tiga tahun atau 45.000 km berakhir.



Caroline Ling, Vice President Sales and Marketing PT Jetour Motor Indonesia saat menyapa konsumen dan media. Foto: Jetour Indonesia

Caroline Ling, Vice President Sales and Marketing PT Jetour Motor Indonesia, berharap agar T2 tidak sekadar menjadi kendaraan. "Tapi akan menjadi partner bagi konsumen," tuturnya. Harapan ini akan diuji oleh medan jalanan Indonesia yang beragam, dari kemacetan Jakarta hingga jalur off-road ringan.

Dengan dimulainya distribusi di Jakarta, Batam, dan Pontianak, Jetour tidak lagi hanya menjual brosur dan janji. Mereka kini menjual pengalaman nyata. Apakah T2 akan mampu mendobrak dominasi pemain lama atau hanya menjadi pelengkap di statistik Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo)? Waktu dan layanan purna jual yang akan menjawabnya.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!