Harga Pertamax Dex Tembus Rp23.900, Pengguna Mobil Diesel Ramai-ramai Akali Barcode Biosolar
Senin, 20 April 2026 - 10:41 WIB
Hanya dari sisi BBM saja, pemakai Biosolar hanya keluar uang Rp30,9 juta. Bandingkan dengan Pertamina Dex yang menelan biaya Rp95,6 juta. Ada selisih penghematan Rp64,7 juta!
Tapi tunggu dulu. Mesin diesel modern standar Euro 4 (seperti pada Innova Reborn) itu manja. Hanya menoleransi kandungan sulfur maksimal 50 ppm. Sementara Biosolar (B40)? Kandungan sulfurnya bisa tembus 2.500 ppm. Jauh di atas batas toleransi.
Akibatnya, biaya perawatannya membengkak. Anda harus lebih sering ganti filter solar, merawat injektor, hingga bersiap menghadapi risiko kerusakan pompa injeksi (HPP) dan turbo.
Kalau dijumlahkan semua—BBM, filter, servis berkala, hingga depresiasi nilai jual—total biaya pemakai Biosolar mencapai Rp60.131.000. Sementara Pertamina Dex sekitar Rp108.050.000.
“Secara worst case (kemungkinan terburuk), kalau injektor jebol dan harus diganti semua (tambah Rp28 juta) plus pompa HPP rusak (tambah Rp15 juta), memakai Biosolar justru bisa berbalik menjadi jauh lebih mahal,” tulis utas tersebut.
Namun, hitung-hitungan di atas kertas sering kali kalah oleh kelihaian di jalanan. Banyak pengguna diesel berbagi "jalan ninja" mereka.
Akun @dedotkus mengaku 6 tahun pakai mesin 2KD sejauh 100.000 km selalu pakai Biosolar. Rahasianya? "Campur aditif dan pakai oli mesin dengan TBN di atas 10. Tidak pernah ganti injektor," akunya.
Begitu juga dengan akun @pecel132. Fortunernya yang sudah menempuh 171.000 km sehat-sehat saja menenggak Biosolar. Kuncinya pada remap mesin, penambahan aditif, dan memasukkan BRQ B8 ke dalam tangki.
Masalahnya, perdebatan teknis ini menabrak dinding birokrasi.
Tapi tunggu dulu. Mesin diesel modern standar Euro 4 (seperti pada Innova Reborn) itu manja. Hanya menoleransi kandungan sulfur maksimal 50 ppm. Sementara Biosolar (B40)? Kandungan sulfurnya bisa tembus 2.500 ppm. Jauh di atas batas toleransi.
Akibatnya, biaya perawatannya membengkak. Anda harus lebih sering ganti filter solar, merawat injektor, hingga bersiap menghadapi risiko kerusakan pompa injeksi (HPP) dan turbo.
Kalau dijumlahkan semua—BBM, filter, servis berkala, hingga depresiasi nilai jual—total biaya pemakai Biosolar mencapai Rp60.131.000. Sementara Pertamina Dex sekitar Rp108.050.000.
“Secara worst case (kemungkinan terburuk), kalau injektor jebol dan harus diganti semua (tambah Rp28 juta) plus pompa HPP rusak (tambah Rp15 juta), memakai Biosolar justru bisa berbalik menjadi jauh lebih mahal,” tulis utas tersebut.
Namun, hitung-hitungan di atas kertas sering kali kalah oleh kelihaian di jalanan. Banyak pengguna diesel berbagi "jalan ninja" mereka.
Akun @dedotkus mengaku 6 tahun pakai mesin 2KD sejauh 100.000 km selalu pakai Biosolar. Rahasianya? "Campur aditif dan pakai oli mesin dengan TBN di atas 10. Tidak pernah ganti injektor," akunya.
Begitu juga dengan akun @pecel132. Fortunernya yang sudah menempuh 171.000 km sehat-sehat saja menenggak Biosolar. Kuncinya pada remap mesin, penambahan aditif, dan memasukkan BRQ B8 ke dalam tangki.
Masalahnya, perdebatan teknis ini menabrak dinding birokrasi.
Lihat Juga :