Era Teknologi KTP Biometrik Dimulai

Senin, 28 September 2020 - 06:35 WIB
Swedia dan Kamerun merupakan negara yang sedang menjajaki kemungkinan penerapan biometrik pada sistem KTP mereka. Thales dan Augentic-INCM merupakan pihak yang memenangkan kontrak biometrik di kedua negara tersebut. Di Swedia, Thales akan menyediakan 12 juta paspor dan KTP dengan fitur biometrik.

Belgia juga telah mengenalkan KTP dengan data sidik jari dan biometrik untuk melindungi dari pencurian data. Seperti dilansir The Brussels Times, KTP baru itu dikeluarkan seluruh kota di Belgia akhir tahun ini. Program itu telah disetujui pemerintah federal tahun lalu. KTP itu diproduksi Zetes. Itu juga bisa digunakan untuk identitas nasional dan pemeriksaan keamanan standar. KTP dengan biometrik itu juga akan digunakan untuk anak-anak berusia di atas 12 tahun. (Baca juga: Habis Kirim 200 Kereta ke Bangladesh, Inka Tancap Gas Kejar Proyek Baru)

Sedangkan Idemia, Mühlbauer, HID Global, dan Aisino Corporation sedang mengajukan lelang di Nepal dan India. Khusus di India, nantinya KTP dengan fasilitas biometrik akan menjamin transaksi keuangan. Signzy, First AML, dan IDnow berencana akan mengajukan tender dengan India.

Nigeria juga sedang mempertimbangkan penggunaan sistem KTP digital. Nigeria dikabarkan akan menerapkan KTP berteknologi biometrik terhadap 150 juta warganya sehingga bisa mendapatkan akses pelayanan keuangan dan perbankan. Proyek itu diperkirakan akan terwujud dalam kurun waktu tiga hingga lima tahun mendatang.

Di Amerika Serikat dan China, sejumlah perusahaan teknologi telah menerapkan teknologi verifikasi wajah. Sebagai contoh, beragam aplikasi perbankan mendukung Apple Face ID atau Face Unlock dari Google untuk keperluan verifikasi. Kemudian perusahaan China, Alibaba, punya aplikasi Smile to Pay.

Beberapa negara juga sudah menggunakan teknologi verifikasi, namun hanya segelintir yang mempertimbangkan untuk mengintegrasikan teknologi tersebut pada KTP digital. Dalam beberapa kasus, sebagian orang sama sekali tidak punya KTP. Di AS, misalnya, sebagian besar penduduk memakai surat izin mengemudi yang dirilis negara bagian sebagai alat pengenal utama. (Lihat videonya: Dua Kelompok Ormas di Bekasi Selatan Terlibat Bentrok)

China belum mencoba memasukkan verifikasi wajah pada KTP nasional, namun tahun lalu negara itu mewajibkan warganya untuk memindai wajah saat membeli ponsel baru sehingga dapat dicocokkan dengan KTP. Verifikasi wajah juga sudah tersedia di sejumlah bandara dan banyak lembaga pemerintah memakainya, termasuk Kementerian Dalam Negeri dan Layanan Kesehatan Nasional Inggris serta Departemen Keamanan Dalam Negeri AS. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!