Kemenparekraf dan idEA Gelar Malam Anugerah Bangga Buatan Indonesia 2020
Selasa, 10 November 2020 - 22:31 WIB
Kemenparekraf dalam mendukung program ini sebelumnya memberikan berbagai pendampingan bagi pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing. “Dalam setiap tantangan kita harus bisa mencari peluang dan jalan keluar. Cara untuk melihat peluang di masa pandemi ini adalah pelaku UMKM harus bisa beradaptasi dan berinovasi dengan cepat. Salah satu upayanya adalah dengan go online, karena hal ini dapat membantu banyak usaha termasuk produk kreatif agar bisa bertahan dan mempunyai pasar yang jauh lebih luas," kata Wishnutama.
Malam Anugerah Bangga Buatan Indonesia telah melewati beberapa tahapan panjang. Mulai dari proses pendaftaran yang dibuka melalui kementerian dan lembaga yang terus memantau perkembangan UMKM. Dari ribuan yang UMKM, ada lebih dari 750 UMKM yang akhirnya masuk penyaringan dasar. Usai lolos dari penyaringan dasar, UMKM ini mulai disaring secara administrasi. Penting untuk memastikan bahwa usaha atau merek yang dinominasikan merupakan asli kepemilikan UMKM.
Beberapa saat lalu, tim kurator telah selesai melakukan penilaian 15 besar dari 11 kategori yang ada. Kategori yang dimaksud adalah Kecantikan dan Kebugaran, Fashion, Kriya, Kuliner, Manufaktur, Aplikasi, Game, Musik, Events, Animasi, dan Film. Hari ini, Selasa (10/12), juri professional telah menyaring lagi dari 15 besar di masing-masing kategori tersebut. Hasilnya ada tiga finalis dari masing-masing kategori yang kemudian dipilih masyarakat Indonesia melalui proses online voting pada akhir November 2020.
Masyarakat bisa mulai melakukan online voting pada 20 November-5 Desember 2020. "Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi yang baik antara pemerintah dengan pihak swasta dalam upaya membantu meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha di bidang ekonomi kreatif," kata Wishnutama.
Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Bima Laga juga sangat mengapresiasi semangat yang ditunjukkan para pelaku UMKM untuk bisa bangkit dari kondisi ekonomi pasca-pandemi ini. “Banyak yang membuka diri dan tetap bersemangat bangkit melalui industri digital yang terbilang baru bagi Sebagian dari mereka.” Bima berharap Anugerah Bangga Buatan Indonesia ini bisa menjadi pendorong semangat agar pelaku UMKM bisa terus mengembangkan usahanya melalui sektor digital. “Ada banyak potensi di sektor digital yang bisa dimanfaatkan para pelaku UMKM.”
Malam Anugerah Bangga Buatan Indonesia telah melewati beberapa tahapan panjang. Mulai dari proses pendaftaran yang dibuka melalui kementerian dan lembaga yang terus memantau perkembangan UMKM. Dari ribuan yang UMKM, ada lebih dari 750 UMKM yang akhirnya masuk penyaringan dasar. Usai lolos dari penyaringan dasar, UMKM ini mulai disaring secara administrasi. Penting untuk memastikan bahwa usaha atau merek yang dinominasikan merupakan asli kepemilikan UMKM.
Beberapa saat lalu, tim kurator telah selesai melakukan penilaian 15 besar dari 11 kategori yang ada. Kategori yang dimaksud adalah Kecantikan dan Kebugaran, Fashion, Kriya, Kuliner, Manufaktur, Aplikasi, Game, Musik, Events, Animasi, dan Film. Hari ini, Selasa (10/12), juri professional telah menyaring lagi dari 15 besar di masing-masing kategori tersebut. Hasilnya ada tiga finalis dari masing-masing kategori yang kemudian dipilih masyarakat Indonesia melalui proses online voting pada akhir November 2020.
Masyarakat bisa mulai melakukan online voting pada 20 November-5 Desember 2020. "Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi yang baik antara pemerintah dengan pihak swasta dalam upaya membantu meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha di bidang ekonomi kreatif," kata Wishnutama.
Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Bima Laga juga sangat mengapresiasi semangat yang ditunjukkan para pelaku UMKM untuk bisa bangkit dari kondisi ekonomi pasca-pandemi ini. “Banyak yang membuka diri dan tetap bersemangat bangkit melalui industri digital yang terbilang baru bagi Sebagian dari mereka.” Bima berharap Anugerah Bangga Buatan Indonesia ini bisa menjadi pendorong semangat agar pelaku UMKM bisa terus mengembangkan usahanya melalui sektor digital. “Ada banyak potensi di sektor digital yang bisa dimanfaatkan para pelaku UMKM.”
(wbs)
Lihat Juga :