Merek Otomotif China Mulai Berani Tantang Pemain Besar

Sabtu, 21 November 2020 - 14:47 WIB
"Mulai tahun depan, di lapangan mobil otonom yang ada di China, kalian (Tesla) harus siap-siap untuk dikalahkan kami, agar kalian tahu seperti apa kekuatan Timur," tulis He Xiaopeng. "Untuk pasar internasional, kalian akan tetap bertemu dengan kami," sesumbar He Xiaopeng.

Uniknya Elon Musk sendiri langsung menyambar tantangan itu, lewat akun Twitter resmi miliknya. "Mereka memiliki edisi lawas perangkat lunak yang kami gunakan, mereka tidak memiliki keunggulan komputerisasi yang kami miliki," jawabnya.



Tantangan lain juga dikirimkan oleh BYD yang menghadirkan sedan super-hybrid Qin PLUS di ajang Guangzhou Auto Show 2020. Tidak main-main sedan yang menggunakan teknologi plug-in hybrid ini mampu menempuh jarak 1.000 kilometer dalam keadaan tangki bensin dan baterai terisi penuh. Sebuah jarak yang memang sampai saat ini belum bisa dicapai oleh pabrikan mobil dunia dengan menggunakan teknologi hibrida.

Hanya saja berbeda dengan He Xiaopeng yang frontal. Yang Dongsheng, President of BYD's Institute of Product Planning and New Automotive Technology mencoba jalan damai. Dia mengatakan untuk meningkatkan perkembangan teknologi otomotif di China diperlukan kerja sama yang erat berbagai perusahaan mobild China. Apalagi total pasar mobil dengan energi terbarukan masih cukup kecil dibandingkan total pasar mobil konvesional di China. "Kita harus bersama-sama agar bisa mencapai win-win solution," jelasnya.
(wsb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!