Buruh Pabrik Otomotif Ketar-ketir akan Revolusi Mobil Listrik

Senin, 15 Februari 2021 - 23:00 WIB
Dari situlah para buruh pabrik merasa khawatir tenaga mereka tidak dibutuhkan lagi. Pasalnya untuk menekan biaya produksi mobil listrik yang tergolong mahal maka pabrikan otomotif harus melakukan penghematan. "Part yang dibutuhkan lebih sedikit, jadi sangat masuk akal kalau tenaga kerja yang dibutuhkan juga sedikit," ujar Jeff Dokho, Research Director for the United Auto Workers (UAW).

Tony Totty, President UAW tidak bisa memprediksi berapa jumlah karyawan yang akan diberhentikan.Hanya saja dengan skala produksi yang lebih rendah bisa jadi industri otomotif akan mengorbankan ribuan buruh mereka untuk berganti menjadi industri mobil listrik. Dia hanya melihat dari jabatan maka karyawan-karyawan yang rendah tingkat senioritasnya akan dikorbankan.

"Sekarang adalah momen dimana kita akan menentukan masa depan kita,"ujarnya.Baca juga : Pabrik Tesla di China akan Buat Tesla Termurah di Dunia

Teddy DeWitt, asisten profesor manajemen dari Universitas Boston mengatakann hal itu memang tidak akan terhindarkan. Dia mengatakan setiap transformasi industri dalam sejarahnya memang akan membuat banyak orang kehilangan pekerjaan.

Dia mencontohkan transformasi yang terjadi usai perang saudara di Amerika Serikat. Saat itu banyak orang pindah dari desa ke perkotaan yang membuat banyak orang melepaskan pekerjaan sebagai petani. Hal inilah yang akan terjadi saat industri mobil konvensional beralih ke mobil listrik. "Diperkirakan pada 2028 memang tidak akan ada lagi pabrikan yang membuat mobil konvensional," jelasnya.
(wsb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!