Mobil Listrik di Ibu Kota Baru akan Gunakan Baterai Buatan Indonesia

Selasa, 25 Mei 2021 - 13:00 WIB
Dalam kesempatan yang sama Agus Thajajana juga mengatakan Indonesia akan memiliki potensi yang sangat besar dalam produksi baterai. Menurutnya Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, sekitar 30 persen produksi di dunia hingga saat ini.

Dari nikel itu diharapkan Indonesia mampu membuat baterai lithium ion dengan basis nikel. Ke depannya menurut dia nikel akan tetap digunakan karena perubahan baterai dari liquid ke solid state. "Ini kita melihat, inilah mengapa kita memilih industri berbasis nikel jadi alasan kuat," jelasnya.

Baca juga : Ngeri, Porsche Taycan Diselidiki karena Tiba-tiba Mati Saat Jalan

Fakta lain juga sangat mendukung dimana produsen baterai dunia kini mulai menghadapi tantangan berat. Kebanyakan saat ini produsen baterai seperti LG Chem, CATL dan sebagainya menggunakan nikel sulfida sebagai bahan pembuatan baterai. Masalahnya cadangan nikel sulfida semakin sedikit dan susah didapat.

"Saat baterai kebutuhannya besar, dan sourcingnya makin mengecil jadi mau enggak mau harus datang ke negara-negara yang cadangannya terbesar. Tapi perlud diingat meski kita besar, masih ada negara lain seperti New Caledonia, Filipina dan Australia meski tidak banyak," tegasnya.
(wsb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!