Ngegas Pembuatan Baterai Lithium, Indonesia Serius Garap Komponen EV
Jum'at, 25 Juni 2021 - 00:11 WIB
Permintaan EV di dunia diperkirakan terus meningkat dan akan mencapai sekitar 55 juta unit pada tahun 2040. Foto/dok
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengaku terus mendorong percepatan pengembangan kendaraan bermotor listrik atau Electric Vehicle (EV) berbasis baterai dan energi baru terbarukan (EBT).
Sebab, industri otomotif merupakan salah satu sektor prioritas berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0. Pemerintah juga menargetkan Indonesia bisa menjadi ekspor hub kendaraan bermotor.
BACA: Land Rover Uji Coba Defender Berbahan Bakar Hidrogen
"Baik untuk kendaraan berbasis bahan bakar minyak (internal combustion engine/ICE) maupun kendaraan listrik (electrical vehicle/EV),” kata Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (24/6/2021).
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Taufiek Bawazier, menyampaikan bahwa pengembangan kendaraan listrik juga diatur melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 27 Tahun 2020 tentang Spesifikasi Teknis, Roadmap EV dan Perhitungan Kandungan Lokal.
Sebab, industri otomotif merupakan salah satu sektor prioritas berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0. Pemerintah juga menargetkan Indonesia bisa menjadi ekspor hub kendaraan bermotor.
BACA: Land Rover Uji Coba Defender Berbahan Bakar Hidrogen
"Baik untuk kendaraan berbasis bahan bakar minyak (internal combustion engine/ICE) maupun kendaraan listrik (electrical vehicle/EV),” kata Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (24/6/2021).
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Taufiek Bawazier, menyampaikan bahwa pengembangan kendaraan listrik juga diatur melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 27 Tahun 2020 tentang Spesifikasi Teknis, Roadmap EV dan Perhitungan Kandungan Lokal.
Lihat Juga :