Ngegas Pembuatan Baterai Lithium, Indonesia Serius Garap Komponen EV
Jum'at, 25 Juni 2021 - 00:11 WIB
“Indonesia menargetkan untuk mengembangkan industri komponen utama EV berupa baterai, motor listrik, dan inverter,” tutur Taufiek.
Menurut Taufiek, permintaan EV di dunia diperkirakan terus meningkat dan akan mencapai sekitar 55 juta unit pada tahun 2040. "Pertumbuhan ini tentunya mendorong peningkatan kebutuhan baterai lithium ion (LiB),” imbuhnya.
BACA JUGA: Penjualan Boncos, Apple Stop Produksi iPhone 12 Mini
Meningkatnya penggunaan baterai juga mendorong peningkatan pada bahan bakunya, sehingga negara dengan sumber bahan baku baterai ini nantinya memegang peranan sangat penting.
Ke depannya, lanjut Taufiek, kebutuhan baterai lithium Ion akan terus meningkat seiring dengan berkembangnya isu lingkungan dan tren dunia.
Hal ini menjadi potensi pengembangan industri baterai yang merupakan komponen utama dalam ekosistem energi terbarukan.
Menurut Taufiek, permintaan EV di dunia diperkirakan terus meningkat dan akan mencapai sekitar 55 juta unit pada tahun 2040. "Pertumbuhan ini tentunya mendorong peningkatan kebutuhan baterai lithium ion (LiB),” imbuhnya.
BACA JUGA: Penjualan Boncos, Apple Stop Produksi iPhone 12 Mini
Meningkatnya penggunaan baterai juga mendorong peningkatan pada bahan bakunya, sehingga negara dengan sumber bahan baku baterai ini nantinya memegang peranan sangat penting.
Ke depannya, lanjut Taufiek, kebutuhan baterai lithium Ion akan terus meningkat seiring dengan berkembangnya isu lingkungan dan tren dunia.
Hal ini menjadi potensi pengembangan industri baterai yang merupakan komponen utama dalam ekosistem energi terbarukan.
Lihat Juga :