Ikuti Langkah AS, Jepang Danai Industri Otomotifnya untuk Keluar dari China

Selasa, 21 April 2020 - 09:49 WIB
“Perusahaan sudah lama ingin meninggalkan China. Itu sebabnya kami melakukan penelitian ini sekarang untuk mendapatkan data nyata. Pandemi itu menyebabkan rantai pasokan sangat terpengaruh,"

"Jadi ketika mereka dapat menyajikan perhitungan tentang risiko pasokan, banyak yang merasa mereka harus meninggalkan China," kata salah satu perusahaan konsultan global Kearney Patrick Van den Bossche seperti dilansir dari Blomberg Selasa (21/4/2020).

Dalam kerangka globalisasi saat ini, ketergantungan pada rantai pasokan dari China oleh perusahaan-perusahaan Eropa dan AS harus ditanggapi dengan serius.

China sekarang sedang mencari cara untuk memperbaiki reputasinya yang rusak parah setelah wabah COVID-19 yang lain, setelah SARS menyerbu dunia pada tahun 2002-3002. Saat ini, hubungan China dengan AS dan Eropa Barat tidak lagi sekuat sebelumnya.

Mazda CX30

Jadi, para ahli berpikir negara-negara ini harus mengikuti jejak Jepang yang menyediakan dana khusus untuk perusahaan mereka di luar Jepang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!