Bulan Depan, UEA Luncurkan Misi Pertama ke Planet Mars

Sabtu, 20 Juni 2020 - 10:07 WIB
Bulan lalu, SpaceX, sebuah perusahaan swasta yang dimiliki oleh miliarder Elon Musk, telah meluncurkan dua astronot Amerika ke International Space Station (ISS). Itu adalah pertama kalinya astronot AS dikirim ke luar angkasa dari tanah Amerika sejak 2011.

Selain Space X, Blue Origin milik Jeff Bezos dan Virgin Galactic serta Richard Branson, membuat terobosan dalam memprivatisasi perjalanan ruang angkasa. Negara-negara lain juga mencoba membuat tanda mereka di ruang angkasa. Salah satunya adalah China, yang menjadi berita utama global ketika negara itu berhasil mendaratkan pesawatnya di sisi Bulan yang agak jauh pada tahun lalu.

India dan Israel juga telah mengembangkan program luar angkasa dengan meluncurkan keduanya untuk misi ke Bulan tahun 2019. Namun, keduanya berakhir dengan kegagalan.

Sejauh ini UAE sudah memiliki beberapa keberhasilan eksplorasi ruang angkasa yang dilakukan sebelumnya. Prestasi itu adalah peluncuran empat satelit pengamatan bumi dan mengirim astronotnya sendiri, Hazzaa al-Mansoori, ke ISS. (Baca juga: Dua Astronot AS Tiba di Stasiun ISS)

Namun, Sharaf menyadari bahwa prestasi itu masih jauh dari kata berhasil. Tingkat kesulitan teknis saat menjelajahke ISS sejauh 250 mil dan Bulan sejauh 238.855 masih lebih rendah jika dibandingkan dengan perjalanan antarplanet.

Mars memiliki jarak sekitar 308 juta mil dari Bumi. Hal ini menjadikan UEA bermitra dengan tangan-tangan perjalanan ruang angkasa yang berpengalaman di Jepang dan AS agar peluang misi Amal berjalan sukses. (Fandy)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!