Ferrari Enggan Beralih dari Bahan Bakar Minyak, Hanya Targetkan 40 Persen Kendaraan Listrik
Sabtu, 18 Juni 2022 - 16:48 WIB
Ferrari, pabrikan mobil asal Italia ini, hanya menargetkan 40 persen mobil listrik pada tahun 2030. Foto/The Drive
MILAN - Ferrari tampaknya enggan buru-buru beralih dari mesin yang menggunakan bahan bakar minyak atau bensin. Pabrikan mobil asal Italia ini hanya menargetkan 40 persen mobil listrik pada tahun 2030.
Dikutip SINDOnews dari laman The Drive, Sabtu (18/6/2022), Ferrari masih berencana untuk menawarkan model kendaraan bertenaga bensin murni di masa mendatang. Ferrari bahkan menyebut pembakaran internal sebagai "bagian penting dari warisan Perusahaan."
Rencana ini diungkapkan Ferrari pada Kamis 16 Juni 2022 saat pertemuan dengan sejumlah investor untuk menjelaskan berbagai rencana empat tahun ke depan. Produsen supercar Italia yang ikonik itu mengakui elektrifikasi produksi kendaraan, ditargetkan 60 persen kendaraan hibrida atau full listrik pada tahun 2026 dan 40 persen listrik pada tahun 2030.
Baca juga; Mobil Listrik Murni Buatan Ferrari Hadir di 2025
Ferrari juga mengungkapkan rencana peluncura SUV Purosangue pada bulan September 2022, tetapi perusahaan menyatakan akan membatasi SUV hanya 20% dari total pengirimannya. Kemungkinan ini merupakan upaya untuk menjaga "eksklusivitas" kendaraan.
Ini adalah strategi menarik yang berbeda dari merek performa tinggi lainnya dengan penawaran SUV. Misalnya, Lamborghini Urus terjual lebih banyak dari setiap model lain yang ditawarkan oleh merek hampir dua banding satu pada tahun 2021. SUV Macan dan Cayenne Porsche menghasilkan lebih dari setengah penjualan perusahaan Jerman tahun lalu.
Dikutip SINDOnews dari laman The Drive, Sabtu (18/6/2022), Ferrari masih berencana untuk menawarkan model kendaraan bertenaga bensin murni di masa mendatang. Ferrari bahkan menyebut pembakaran internal sebagai "bagian penting dari warisan Perusahaan."
Rencana ini diungkapkan Ferrari pada Kamis 16 Juni 2022 saat pertemuan dengan sejumlah investor untuk menjelaskan berbagai rencana empat tahun ke depan. Produsen supercar Italia yang ikonik itu mengakui elektrifikasi produksi kendaraan, ditargetkan 60 persen kendaraan hibrida atau full listrik pada tahun 2026 dan 40 persen listrik pada tahun 2030.
Baca juga; Mobil Listrik Murni Buatan Ferrari Hadir di 2025
Ferrari juga mengungkapkan rencana peluncura SUV Purosangue pada bulan September 2022, tetapi perusahaan menyatakan akan membatasi SUV hanya 20% dari total pengirimannya. Kemungkinan ini merupakan upaya untuk menjaga "eksklusivitas" kendaraan.
Ini adalah strategi menarik yang berbeda dari merek performa tinggi lainnya dengan penawaran SUV. Misalnya, Lamborghini Urus terjual lebih banyak dari setiap model lain yang ditawarkan oleh merek hampir dua banding satu pada tahun 2021. SUV Macan dan Cayenne Porsche menghasilkan lebih dari setengah penjualan perusahaan Jerman tahun lalu.
Lihat Juga :