Toyota Tetap Jadi Merek Mobil Paling Berharga di Dunia
Kamis, 02 Juli 2020 - 23:58 WIB
Toyota masih tetap menjadi merek mobil paling berharga di dunia. Padahal raksasa Jepang itu kehilangan 3% dari nilainya dibandingkan tahun 2019, menurut riset 2020 BrandZ Top 100 Most Valuable Brands. Foto/Motor1
JAKARTA - Hanya tiga produsen mobil yang berhasil masuk ke 100 merek teratas dalam studi terbaru Kantar, 2020 BrandZ Top 100 Most Valuable Brands.
Lamam Motor1 melaporkan, Toyota, peringkat ke-48 secara keseluruhan, masih tetap menjadi merek mobil paling berharga di dunia. Padahal raksasa Jepang itu kehilangan 3% dari nilainya dibandingkan tahun 2019.
Sementara Mercedes-Benz menampati posisi kedua paling berharga dalam industri automotif, menurut penelitian ini. Jika dihitung keseluruhan, BMW masuk dalam urutan ke-56.
Posisi Mercedes-Benz diikuti oleh BMW yang berada di posisi ke-61, dan masing-masing kehilangan 9% dan 12% dari nilai sebelumnya. Ford dan Honda juga turun dari daftar 100 teratas setelah kehilangan 10% dan 15% dari nilai mereka pada tahun lalu.
"Sejak 2008, sektor mobil mengalami penurunan nilai dan tidak pernah pulih," kata Direktur Strategi Global BrandZ, Graham Staplehurst, kepada Automotive News.
“Ini sangat berbeda dari sektor lain. Misalnya, sektor mewah terpukul tetapi kemudian kembali," imbuhnya.
Lamam Motor1 melaporkan, Toyota, peringkat ke-48 secara keseluruhan, masih tetap menjadi merek mobil paling berharga di dunia. Padahal raksasa Jepang itu kehilangan 3% dari nilainya dibandingkan tahun 2019.
Sementara Mercedes-Benz menampati posisi kedua paling berharga dalam industri automotif, menurut penelitian ini. Jika dihitung keseluruhan, BMW masuk dalam urutan ke-56.
Posisi Mercedes-Benz diikuti oleh BMW yang berada di posisi ke-61, dan masing-masing kehilangan 9% dan 12% dari nilai sebelumnya. Ford dan Honda juga turun dari daftar 100 teratas setelah kehilangan 10% dan 15% dari nilai mereka pada tahun lalu.
"Sejak 2008, sektor mobil mengalami penurunan nilai dan tidak pernah pulih," kata Direktur Strategi Global BrandZ, Graham Staplehurst, kepada Automotive News.
“Ini sangat berbeda dari sektor lain. Misalnya, sektor mewah terpukul tetapi kemudian kembali," imbuhnya.
Lihat Juga :