Kementan Menampik Klaim Kalung Buatannya sebagai Antivirus Corona

Senin, 06 Juli 2020 - 18:53 WIB
“Ketika diproduksi massal, tulisannya menjadi ‘aromaterapi eucalyptus’,” jelasnya.

Selain itu, Fadjry mengakui bahwa uji klinis pada produk tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama. Pengujian terhadap eucalyptus membutuhkan waktu 2-3 bulan.

Di sisi lain, produk roll on dan inhaler yang dikembangkan pihaknya, telah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai jamu dan belum sampai ke tahap Obat Herbal Terstandar (OHT) dan Fitofarmaka.

Fitomarfaka adalah obat dari bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan uji klinik.

"Seluruh produk sesuai izin BPOM tingkatannya sebagai jamu tidak menuliskan antivirus," tandasnya.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!