2035 Eropa Larang Kendaraan Pembakaran Internal, Jerman Minta Mobil Bahan Bakar Sintetis Diizinkan

Rabu, 01 Maret 2023 - 12:17 WIB
loading...
2035 Eropa Larang Kendaraan...
Jerman sebagai salah satu negara produsen kendaraan terbesar di Eropa meminta agar mobil berbahan bakar sintetis yang netral CO2 tetap diperbolehkan diproduksi. Foto/Porsche/The Drive
A A A
BERLIN - Jerman sebagai salah satu negara produsen kendaraan terbesar di Eropa meminta agar mobil berbahan bakar sintetis yang netral CO2 tetap diperbolehkan diproduksi. Sebab, Uni Eropa (UE) tahun lalu mengumumkan rencana untuk melarang penjualan kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) tahun 2035.

Jerman tetap ingin menjual kendaraan berbahan bakar bahan netral CO2, bahkan setelah larangan produksi mobil mesin pembakaran internal baru diberlakukan. Ini akan memberikan ruang bernapas bagi industri otomotif Jerman untuk mencari solusi yang tidak terlalu berpotensi mengganggu produksi sambil mendukung pengurangan emisi CO2.

Menurut Germany Trade & Invest, industri otomotif Jerman menghasilkan USD410,9 miliar, atau menyumbang lebih dari seperlima PDB industri negara. Jadi akan rugi besar jika larangan penggunaan kendaraan pembakaran internal diterapkan, padahal Jerman sedang mengembangkan bahan bakar alternatif nol-emisi.

Baca juga; Paus Francis Ingin Kota Suci Vatikan Bebas dari Emisi di 2050

Awal bulan ini, Sekretaris Transportasi Jerman meminta izin untuk pengecualian pada kendaraan pembakaran internal berbahan bakar sintetis. Sekarang, menurut laporan Reuters, Jerman telah secara resmi meminta hal itu kepada Uni Eropa.

“Komisi harus mengajukan proposal bagaimana bahan bakar elektronik dapat digunakan, atau bagaimana mesin pembakaran yang dijalankan dengan bahan bakar netral iklim diatur. Kami membutuhkan teknologi hidrogen (sel bahan bakar) dan juga bahan bakar elektronik, terutama pada kendaraan berat, dalam transportasi truk," kata Michael Theurer, sekretaris transportasi Jerman dikutip SINDOnews dari laman The Drive, Rabu (1/3/2023).

Bahan bakar sintetik (juga disebut bahan bakar elektronik) diproduksi dengan penangkapan CO2 dan secara teoritis netral CO2 (atau mendekatinya) selama masa pakainya. Jika pabrikan mematuhi larangan tersebut, dilaporkan dapat mengakomodasi pengecualian untuk bahan bakar sintetis.

Pengecualian untuk kendaraan penghasil CO2 dari produsen volume rendah diberlakukan awal bulan ini. Meskipun pengecualian lengkap terbatas pada merek dengan produksi tahunan 1.000 unit kendaraan atau kurang.

Baca juga; Wujudkan Indonesia Bebas Emisi Karbon, Perum PPD Siapkan 100 Bus Listrik

Namun, dalam produksi kendaraan e-fuel yang berarti listrik dan pembangkit listrik di Jerman saat ini jauh dari bebas karbon. Menurut Badan Energi Internasional, energi netral karbon (nuklir dan terbarukan) merupakan dua sumber terkecil energi Jerman pada tahun 2021.

Jerman, menurut Clean Energy Wire, menargetkan 80% pembagian energi terbarukan pada tahun 2030. Meskipun komitmen awalnya untuk mencapai 100% pada tahun 2035 dilaporkan mendapat tentangan dari politisi.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Akhirnya Eropa Izinkan...
Akhirnya Eropa Izinkan Fitur FSD Tesla Digunakan
Eropa Ingin Mengurangi...
Eropa Ingin Mengurangi Ketergantungan pada Industri Otomotif China
Bisa Perpanjang SIM...
Bisa Perpanjang SIM dan STNK, ACC Carnival Hadir di Samarinda
China dan Eropa Sepakat...
China dan Eropa Sepakat Soal Harga Minimum Mobil Listrik
Ford Desak Inggris Mengikuti...
Ford Desak Inggris Mengikuti Eropa Melonggarkan Aturan Emisi Kendaraan
Pertahankan 4 Sertifikasi...
Pertahankan 4 Sertifikasi ISO, MPMRent Komitmen Jadi Rental Terbaik bagi Perusahaan
Pusat Studi Kepolisian...
Pusat Studi Kepolisian ULM Inisiasi Deklarasi Bersama Anti-ODOL di Kalsel
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Rekomendasi
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
5 Titik Aksi Demo di...
5 Titik Aksi Demo di Jakarta Hari Ini, 4.263 Personel Gabungan Dikerahkan
Data NIK Jadi Penentu,...
Data NIK Jadi Penentu, Warga Diimbau Cek Syarat Pembebasan PBB-P2
Berita Terkini
BMW Mengkonfirmasi M3...
BMW Mengkonfirmasi M3 Generasi Berikutnya Tidak Akan Gunakan PHEV
Catat! Ini Penurunan...
Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
Volkswagen Memangkas...
Volkswagen Memangkas Produksi Pabriknya di Jerman, Ini Pertimbangan
Lawan Toyota Yaris Cross,...
Lawan Toyota Yaris Cross, Hyundai i20 Berubah Ukuran
Apa Itu PHEV? Begini...
Apa Itu PHEV? Begini Lepas L8 Tempuh 1.300 Km Sekali Isi Penuh
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan...
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan di HR Asia Awards 2026
Infografis
Jenderal Uni Eropa Minta...
Jenderal Uni Eropa Minta Tentara Dikerahkan ke Greenland
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved